Sabtu 23 Apr 2016 23:20 WIB

Status Sungai Ciujung-Ciberang Normal

Ilustrasi sungai.
Foto: Antara/M Agung Rajasa
Ilustrasi sungai.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, menyebutkan permukaan Sungai Ciujung-Ciberang relatif normal, meskipun curah hujan mengguyur di daerah itu.

"Kami menerima laporan dari petugas Pintu Sungai Ciberang bahwa ketinggian air Sungai Ciujung-Ciberang 180 sentimeter dengan debit air 176 meterkubik per detik dengan status normal," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi saat dihubungi di Lebak, Sabtu (23/4).

Selama ini, status Sungai Ciujung-Ciberang normal dan tidak menimbulkan banjir. Meskipun curah hujan meningkat, namun diprediksikan tidak meluap.

Sebab, intensitas curah hujan dengan kapasitas ringan dan sedang terjadi di kawasan hilir.

Biasanya, kata dia, sejumlah daerah di Lebak yang kerapkali dilanda banjir akibat hujan deras terjadi di kawasan hulu.

Kawasan hulu Sungai Ciberang-Ciujung terdapat di hutan lindung masyarakat Baduy dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). "Kami tetap memberlakukan siaga penuh jika hujan itu melanda di kawasan hulu karena dipastikan Rangkasbitung diterjang banjir," katanya.

Menurut dia, selama ini permukaan Sungai Ciberang-Ciujung terjadi fluktuatif yang terkadang dinaikkan status waspada juga terkadang normal.

Namun, sejauh ini relatif normal karena frekuensi curah hujan berlangsung antara 1,5 sampai 2,5 jam. "Kami mengingatkan warga agar tetap waspada banjir terutama mereka yang tinggal di bantaran sungai yang jumlahnya mencapai ribuan orang," ujarnya.

Ketua Koordinator Tagana Kabupaten Lebak, Aan Wiguna mengimbau warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai diminta waspada jika hujan pada malam hari secara terus menerus.

Sebab jika banjir terjadi malam hari tentu menyulitkan para relawan untuk melakukan pertolongan dan evakuasi. "Kami siaga di posko bencana alam untuk melayani warga jika terjadi bencana banjir dan longsor," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement