REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Telah lebih dari dua bulan pelaku pemerkosaan Y (14 tahun) di Bengkulu masih buron. Pelaku berinisial F ini sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan menjadi target pencarian aparat kepolisian Polsek Padang Ulak dan Polres Rejang Lebong.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Rejang Lebong AKP Chusnul Qomar mengatakan, hingga telah masuk bulan puasa pun pencarian terhadap buronan masih dilakukan. Petugasnya terus menelusuri hutan dan tempat-tempat yang diduga menjadi lokasi persembunyian.
"Iya masih terus dilakukan masih dicari," ujar Qomar saat dihubungi Republika.co.id di Jakarta, Selasa (14/6).
Qomar mengaku beratnya medan pencarian menjadi kesulitan tersendiri bagi tim pencari. Aparat harus menebus hutan dengan cara jalan kaki dan ditempuh dalam waktu tujuh jam. "Enggak ada kekurangan personel hanya medan yang berat," ujarnya.
Selain itu, Qomar juga menyesalkan pihak keluarga pelaku yang tidak kooperatif membantu pencarian. Kalau saja ada kerja sama yang baik antara pihak keluarga dan aparat, akan bisa memudahkan pencarian. "Pihak keluarga tidak ada koordinasi dan kerja sama yang baik," kata dia.
Diketahui 12 pelaku lainnya telah lebih dulu diamankan oleh petugas dalam waktu dua hari. Yakni pada Jumat 8 April 2016 polisi mengamankan tiga orang pelaku dan Sabtu 9 April 2016 sebanyak sembilan pelaku diamankan.
Kemudian satu pelaku menyerahkan diri ke Polsek Padang Ulak pada Sabtu 14 Mei 2016. Sedangkan satu pelaku lainnya masih buron dan dalam pencarian.