REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo memanggil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohanna Yembise, Jumat (22/7) siang. Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup, Presiden meminta Yohanna melibatkan masyarakat dalam mengambil setiap kebijakan di kementerian yang dipimpinnya.
"Presiden meminta saya melibatkan masyarakat dalam menyukseskan setiap program," ujarnya pada wartawan, usai pertemuan.
Menurut Yohanna, apa yang diminta Presiden tersebut sebenarnya sudah dilakukan oleh kementeriannya. Di Kementerian PPA, kata dia, ada deputi partisipasi masyarakat yang bertugas melibatkan publik luas dalam setiap program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Ke depan, kegiatan yang melibatkan organisasi perempuan akan lebih ditingkatkan.
Selain masukan soal pelibatan masyarakat, sambung Yohanna, Presiden juga sempat menanyakan progres kerjanya, termasuk membahas soal Perppu Perlindungan Anak. Namun, ia menolak jika diskusi itu disebut evaluasi.
"Beliau (Presiden) mengikuti perkembangan saya bekerja. Saya kira tidak evaluasi," ujar profesor perempuan pertama asal Papua tersebut.