Rabu 27 Jul 2016 16:30 WIB

Ahok: Nyari Orang Ngaji di Jakarta Susah, Padahal Banyak Masjid

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Teguh Firmansyah
 Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. (Republika/Yasin Habibi)
Foto: Republika/ Yasin Habibi
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. (Republika/Yasin Habibi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku miris karena terdapat banyak masjid di Ibu Kota tetapi sulit mencari masjid yang di dalamnya ada pengajian Alquran.

Basuki alias Ahok pun mendukung penuh ajang MTQ nasional di Mataram yang akan digelar dalam waktu dekat ini. Namun, ia mengimbau para peserta jangan terlalu berfokus mengejar target juara. Sebab, baginya, tugas bagi para kafilah (peserta MTQ) adalah mengajar mengaji para generasi muda.

"Ini urusan rohani, jangan dibuat jadi seperti mesin mencari juara. Fakta di Jakarta, nyari orang ngaji susah padahal masjid banyak. Enggak juara di dunia enggak apa-apa, yang penting juara di akhirat. Tapi saya yakin kafilah jadi juara umum," katanya dalam pidato pelepasan kontingen kafilah MTQ DKI untuk mengikuti MTQ nasional di Balai Kota, Rabu (27/7).

Lebih lanjut, Ahok meminta para kafilah untuk mengajar mengaji di ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA). Ia berharap RPTRA bisa menjadi pusat kegiatan masyarakat, termasuk pengajian. Ia menargetkan anak umur 15 tahun untuk khatam Alquran.

Baca juga, Bimbo Meriahkan Pembukaan MTQ Nasional NTB.

"Saya ingin tiap RPTA gelar pengajian. Saya ingin anak umur 15 bisa khatam Alquran. Saya yakin Jakarta makin baik kalau diisi orang yang taati firman Tuhan. Ini udah modal," ujarnya.

Ia pun mengingat pesan Gus Dur bahwa setiap orang harus membawa manfaat bagi lingkungannya. Jika tidak membawa manfaat maka, menurut dia, ada yang salah dalam ibadah orang itu. "Gus Dur pernah bilang, kalau agama kita enggak bikin rahmat buat alam semesta, berarti ada yang salah dalam ibadah kita," kenangnya.

 

Diketahui, Pemprov DKI menargetkan gelar juara umum dalam ajang MTQ kali ini. Setidaknya, DKI mengirim 34 kafilah untuk berlomba di tujuh kategori MTQ nasional.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement