Selasa 06 Sep 2016 15:00 WIB

Masjid Muhammad VI Jadi Pusat Dialog Peradaban

Rep: Amri Amrullah/ Red: Agung Sasongko
Masjid Muhammad IV, Caquimbo, Cile
Foto: blogspot.com
Masjid Muhammad IV, Caquimbo, Cile

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejak awal didirikan, bangunan Masjid Muhammad VI ini bertujuan sebagai pusat dialog peradaban yang menghubungkan masyarakat Kota Coquimbo dengan budaya Islam, khususnya kebudayaan Maroko. Karena itu, Masjid Muhammad VI Coquimbo selain berfungsi sebagai tempat shalat dan ibadah umat Islam, juga berfungsi sebagai pusat aktivitas sosial serta kerja sama antarbudaya.

(Baca: Sentuhan Maroko di Masjid Muhammad VI Cile)

Misi utama dari Masjid Muhammad VI ini adalah mempromosikan dan memberikan pemahaman nilai-nilai antara agama dan peradaban, terutama antara Maroko dan Cile. Pada Jumat, masjid ini dapat menampung lebih dari 100 jamaah, sedangkan untuk kegiatan kerja sama kebudayaan bagian lain dari ruang shalat masjid mampu menampung lebih dari itu.

Beberapa ruangan di luar tempat shalat memang diperuntukkan sebagai pusat kegiatan dan diskusi yang terbuka untuk umum. Termasuk sebuah museum dan perpustakaan khusus dengan teks dari berbagai bahasa, mulai dari bahasa Spanyol, Arab, hingga Inggris. Kegiatan dialog antarperadaban ini terlihat ketika secara rutin masjid ini mengadakan kegiatan dalam beberapa acara konferensi mengundang para profesor sejarah Islam di Amerika Latin dari universitas Maroko dan Cile.

Dari sinilah pemahaman Islam yang benar disampaikan guna menghilangkan prasangka dan stigma negatif terhadap ajaran dan budaya Islam. Dari sini pula berbagai buku keislaman bagi masyarakat Cile telah diterbitkan dan dipasarkan sebagai jembatan komunikasi antarkomunitas.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement