REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Pemerintah Jerman menyatakan akan mengirim 650 tentara mereka untuk memerangi penyelundupan senjata oleh kelompok militan ISIS di Laut Mediterania. Para prajurit dari negeri panser itu rencananya bakal bergabung dengan tentara sekutu NATO dalam menjalankan misi itu.
Dilansir Reuters, keterlibatan Jerman dalam operasi bersama NATO di Laut Mediterania akan berlangsung hingga akhir 2017. Dalam keadaan darurat yang luar biasa, tidak menutup kemungkinan bagi Jerman untuk meningkatkan jumlah tentara mereka yang terlibat dalam misi itu nantinya.
Pengerahan tentara tersebut menjadi bagian dari langkah Jerman untuk memperluas peran militernya di Benua Eropa dan NATO. “Kami saat ini juga tengah berusaha membangun kembali pasukan dan alutsista (alat utama sistem persenjataan), setelah bertahun-tahun mengalami penurunan,” kata Menteri Pertahanan Jerman, Ursula von der Leyen.
NATO sepakat meluncurkan misi maritim baru untuk memerangi ISIS di kawasan Mediterania. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan puncak negara-negara anggota pakta pertahanan itu di Polandia, Juli lalu.