Ahad 16 Oct 2016 21:12 WIB

Perpustakaan Nasional Salurkan Ribuan Buku ke Garut

Red: Ilham
Sumbang buku, ilustrasi
Foto: Wordpress
Sumbang buku, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menyalurkan bantuan ribuan buku kepada Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Bapusipda) Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sebab, koleksi buku Bapusida rusak terendam banjir bandang luapan Sungai Cimanuk, Garut.

"Alhamdulillah Perpustakaan Nasional memberikan bantuan buku juga mobil perpustakaan keliling sehingga koleksi perpustakaan bisa bertambah kembali," kata Kepala Bapusipda Garut, Lisnawati kepada wartawan di Garut, Ahad (16/10).

Ia menuturkan, Perpustakaan Nasional sebelumnya telah meninjau lokasi terdampak banjir bandang yang salah satunya perpustakaan daerah Garut diterjang banjir. Ia menyebutkan banjir bandang yang terjadi 20 September 2016 itu telah merendam dan merusak sekitar 35 ribu buku berbagai judul.

"Sebanyak 35 ribu buku yang terendam, empat ribuan dipastikan tidak bisa dibaca karena rusak parah," katanya.

Ia menceritakan, ketika terjadi banjir seluruh buku koleksi Bapusipda Garut berada di lantai bawah yang terkena banjir.

Selain buku, kata dia, mobil perpustakaan keliling juga terendam banjir hingga akhirnya rusak. "Sekarang sedang diperbaiki di bengkel," katanya.

Ia menambahkan, Bapusipda Garut rencananya akan melayangkan surat kepada setiap perusahaan di Garut untuk berpartisipasi menambah koleksi buku. "Perusahaan dan instansi pemerintah diharapkan memberikan bantuan buku bacaan untuk menambah koleksi buku," katanya.

Kantor Bapusipda berada di dataran lebih bawah dari Jalan Raya Rumah Sakit yang tidak jauh dari jembatan Sungai Cimanuk. Selain Kantor Bapusipda, kantor instansi pemerintahan lainnya, Polsek Tarogong Kidul, Rumah Sakit Umum Daerah Garut, dan sekolah juga terdampak banjir bandang Garut.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement