Senin 24 Oct 2016 05:00 WIB

Seribu Keluarga di Palopo Menjadi Korban Banjir

Red: Ilham
Banjir di Jalan Kemang Utara IX, Jakarta Selatan, Selasa (4/10).
Foto: Twitter TMC Polda Metro Jaya
Banjir di Jalan Kemang Utara IX, Jakarta Selatan, Selasa (4/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banjir akibat naiknya air laut dan hujan deras selama tiga hari berturut-turut membuat 1.000 rumah milik keluarga di kota Palopo, Sulawesi Selatan terendam. Banjir yang sempat mencapai ketinggian 70 sentimeter itu mulai terjadi pada Sabtu malam di kota Palopo, merendam satu kecamatan dan lima kelurahan.

"Warga yang rumahnya terendam terpaksa mengungsi ke kerabat terdekat yang aman," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, dalam pernyataan tertulis.

Selain membuat ribuan rumah terendam, banjir juga merusak tambak rumput laut dan ikan bandeng seluas 150 hektar.

Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat telah mendirikan sejumlah posko pemantauan, serta memberikan bantuan kebutuhan dasar kepada masyarakat yang menjadi korban.

Selain itu, wali kota setempat juga telah menetapkan status siaga darurat banjir bagi Palopo. Menurut keterangan Sutopo, air kini telah berangsur surut hingga mencapai 20 sentimeter sehingga masyarakat sudah kembali beraktivitas secara normal. Cuaca pada Ahad malam juga terpantau cerah.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement