REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Ibu Negara Iriana Joko Widodo melakukan penyuluhan bahaya narkoba pada ratusan siswa SMA di auditorium Universitas Sumatra Utara (USU) Medan, Rabu (2/11). Saat melakukan penyuluhan tersebut, Iriana didampingi istri dari Wapres Jusuf Kalla, Mufidah Kalla, serta para istri dari menteri-menteri Kabinet Kerja.
Kegiatan penyuhuhan diisi dengan pengenalan bentuk-bentuk narkoba dan bahaya obat-obatan terlarang oleh anggota kepolisian dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Dalam kegiatan tersebut, siswa diminta mewaspadai ekstasi berbentuk karakter kartun yang bertujuan menyasar pengguna baru dari kalangan anak-anak.
Iriana, yang didampingi Mufidah, lalu meminta sejumlah siswa maju ke podium. Para siswa diminta menyampaikan pendapat mereka tentang narkoba setelah mengikuti kegiatan penyuluhan tersebut.
"Narkoba itu merusak masa depan. Kita harus menjauhi narkoba," ucap Putri, salah satu siswi SMA di Kota Medan.
Di akhir acara, Ibu Negara memimpin deklarasi melawan narkoba. Ia mengajak ratusan siswa peserta penyuluhan mengepalkan tangan kiri ke udara sebagai bentuk perlawanan pada narkoba.
"Narkoba, tidak. Prestasi, ya!" ucap Iriana.