Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

14 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Jepang Butuh 20 Triliun Yen untuk PemulihanTragedi Fukushima

Senin 28 Nov 2016 05:08 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Dwi Murdaningsih

Bekas pembangkit nuklir Fukushima di Jepang.

Bekas pembangkit nuklir Fukushima di Jepang.

Foto: Yoru Yamanaka/AFP

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Menteri Perdagangan Jepang Hiroshike Seko mengatakan Jepang harus merogoh kocek hingga 20 triliun yen untuk biaya pemulihan bencana yang terjadi di Fukushima, 2011 silam. Angka ini naik dua kali lipat dari estimasi sebelumnya sebesar 11 triliun yen.

Seko mengatakan dana ini naik mengingat adanya kenaikan biaya untuk kompensasi kerugian dan melakukan dekontaminasi lingkungan. Seko mengatakan dana untuk kompensasi naik menjadi 8 triliun yen dibandingkan sebelumnya 5,4 triliun yen. Sedangkan untuk dekontaminasi sebelumnya diperkirakan mencapai 2,5 triliun yen menjadi 4 hingga 5 triliun yen.

Dikutip dari Reuters, Jepang harus menambah biaya untuk pemulihan bencana nuklir yang terjadi pada 2011 ini karena tingginya harga kompensasi saat ini. Sebelumnya menteri perdagangan Jepang memprediksi biaya pemulihan hanya mencapai 11 triliun yen.

"Biaya untuk fasilitas penyimpanan sementara tetap stabil, dan dekomisioning akan naik beberapa triliun yen," kata Seko, Senin (28/11).

Sebelumnya gemba bumi terjadi di Fukushima Jepang pada 11 Maret 2011 silam. Gempa berkekuatan 9 SR ini membuat proyek nuklir Jepang yang berada di Fukushima harus hancur dan menyebabkan proyek mengalami kerugian. Beberapa korban dinyatakan meninggal akibat terkena tsunami.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile