Senin 05 Dec 2016 18:56 WIB

Residivis Ini tidak Menyangka Korbannya Keponakan Sendiri

Garis Polisi (ilustrasi)
Foto: Antara/Jafkhairi
Garis Polisi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, NEGARA -- Satuan Reserse Kriminal Polres Jembrana, Bali, menangkap MR (30), seorang residivis setelah yang bersangkutan menjambret keponakan sendiri.

"Pelaku sudah dua kali masuk penjara, yang terakhir mendapatkan hukuman satu tahun penjara," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jembrana Ajun Komisaris Yusak A Sooai di Negara, Senin.

Ia mengatakan, Ni Kadek Dwi Hindu Parwati (18), saat pulang dari bekerja dengan mengendarai sepeda motor, dipepet oleh pelaku di jalan Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Senin (28/11) malam lalu.

Pelaku yang juga mengendarai sepeda motor, berusaha menarik tas korban, namun perempuan yang bekerja di swalayan itu melawan dengan cara menambah kecepatan sepeda motornya.

Untuk menghentikan korban, MR menarik celana korban hingga keduanya bersenggolan dan sama-sama terjatuh sehingga warga sekitar keluar. "Saat jatuh itulah pelaku baru tahu kalau yang hendak dia jambret adalah keponakan sendiri. Dia langsung melarikan diri, sementara korban ditolong warga," kata Yusak.

Baca juga,  Waspadai Modus Baru Penjambretan Handphone.

Menurut dia, setelah mendapatkan laporan, pihaknya melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku serta menyita sepeda motor Honda Supra X Nopol DK3467WK, yang digunakan saat beraksi. Selain itu, polisi juga mengamankan tas milik korban yang berisi uang Rp27 ribu, untuk melengkapi barang bukti.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْ حَاۤجَّ اِبْرٰهٖمَ فِيْ رَبِّهٖٓ اَنْ اٰتٰىهُ اللّٰهُ الْمُلْكَ ۘ اِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّيَ الَّذِيْ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۙ قَالَ اَنَا۠ اُحْيٖ وَاُمِيْتُ ۗ قَالَ اِبْرٰهٖمُ فَاِنَّ اللّٰهَ يَأْتِيْ بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِيْ كَفَرَ ۗوَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَۚ
Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya, karena Allah telah memberinya kerajaan (kekuasaan). Ketika Ibrahim berkata, “Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,” dia berkata, “Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan.” Ibrahim berkata, “Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat.” Maka bingunglah orang yang kafir itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.

(QS. Al-Baqarah ayat 258)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement