REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengungkapkan masih kekurangan tenaga pendamping desa untuk mendampingi desa dalam melaksanakan program-program yang dananya bersumber dari dana desa. Oleh karena itu, pihaknya meminta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal untuk memprioritaskan pendamping desa.
Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat, Dedy Mizwar mengatakan kebutuhan pendamping desa bagi 5312 desa di seluruh Provinsi Jawa Barat mencapai 2930 orang. Saat ini, jumlah pendamping desa yang ada baru sekitar 1896 orang.
"Pendamping desa baru 52 persen saja, masih kekurangan sebanyak 1604 pendamping," ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara road show pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di Jawa Barat yang diselenggarakan oleh Kemendes di Gedung Sate, Rabu (14/12). Ia menuturkan, rincian kekurangan pendamping desa yaitu tenaga ahli di Kabupaten masih kurang sebanyak 10 orang, pendamping desa di kecamatan kurang 8 orang, pendamping jasa teknik infrastuktur di kecamatan kuota 578 orang baru ada sekitar 57 orang.
Selain itu, menurutnya, pendamping lokal desa di desa kuota sebanyak 1530 orang namun baru ada sebanyak 965 orang. Sehingga diharapkan hal tersebut menjadi perhatian kementerian.
Dirinya menuturkan, alokasi dana desa bagi 5312 desa di Jawa barat pada 2016 mencapai Rp 3,56 triliun. Dengan rincian realisasi pembangunan fisik sebanyak 93,3 persen, pemberdayaan masyarakat mencapai 55,4 persen dan penyelenggaraan pemerintah desa 0,3 persen dan pembinaan ke masyarakat 0,32 persen.
Ia menambahkan, pada 2014 alokasi dana desa di Jawa Barat mencapai Rp 4,55 triliun. Sehingga, dana tersebut usai diberikan kepada kabupaten/kota lebih besar dari yang dikelola provinsi. "Kita harapkan 2016 semakin bertambah. Jadi anggaran yang beredar di desa lebih besar dari yang dikelola provinsi," katanya.
Dedy menambahkan kegiatan road show pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa bisa mendorong dan memberikan dampak yang bermanfaat dalam rangka peningkatan efektifitas pembangunan desa di Jawa Barat. Selain itu, pihaknya terus berupaya meningkatkan kapasitas aparatur desa dan memberikan bantuan serta hibah kepada desa.