Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

8 Zulhijjah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kini, Inggris Izinkan Bayi Miliki Tiga Orang Tua Kandung

Kamis 15 Dec 2016 23:25 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Dwi Murdaningsih

Bayi tabung (ilustrasi)

Bayi tabung (ilustrasi)

Foto: Foto : Mardiah

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Inggris mengesahkan kelahiran bayi-bayi yang memiliki tiga orang tua kandung, Kamis (15/12). Sejumlah bayi di Inggris dilaporkan akan lahir dari orang tua lebih dari dua.

Dilansir dari BBC, pemegang kebijakan mengenai fertilitas Inggris mengambil langkah kontroversial dan bersejarah ini untuk mencegah bayi-bayi lahir dengan penyakit genetik berbahaya. Dokter-dokter di Newcastle berhasil mengembangkan metode bayi tabung dari orang tua lebih dari dua.

Dokter-dokter ini diperkirakan akan jadi yang pertama menjalankan prosedur secara legal. Sebelumnya mereka telah meminta sejumlah donor sel telur. Bayi pertama yang memiliki tiga orang tua akan lahir pada akhir 2017.

Sejumlah keluarga telah kehilangan anak-anak mereka karena penyakit terkait mitokondria yang tidak bisa disembuhkan. Penyakit bawaan ini akan membuat bayi kekurangan energi bahkan untuk mendetakkan jantung.

Penyakit ini disebabkan genetik. Penyelesaiannya adalah dengan donor telur. Menurut otoritas, bayi ini akan punya DNA donor yang kini dianggap legal, etis dan secara saintifik siap.

Sejumlah ilmuwan masih mempertanyakan etika dari proses ini. Mereka beranggapan ini akan jadi jalan bagi mendesain bayi-bayi. Human Fertilisation and Embryology Authority (HFEA) kini harus menyeleksi setiap klinik dan setiap pasien sebelum memulai prosedus.

Metode ini hanya akan diizinkan jika risiko penyakit mitokondria terlalu tinggi pada janin. Diperkirakan satu dari 4.300 anak lahir dengan gejala lemah akut. Mereka mengalami lemah otot, kebutaan, tuli, ayan, difabel, diabeter hingga gagal jantung.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile