Selasa 27 Dec 2016 12:30 WIB

Ini Penjelasan Soal Jilbab Pertandingan Karate

Rep: Christiyaningsih/ Red: Ilham
Akun kampanye melepas jilbab di Facebook
Foto: fb
Akun kampanye melepas jilbab di Facebook

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Mencuatnya kejadian lepas jilbab yang menimpa seorang peserta karate dalam ajang Magetan Cup pekan lalu membuat masyarakat bertanya-tanya seperti apa aturan jilbab dalam pertandingan. Awan Indrawan selaku Komisi Perwasitan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Jatim menjelaskan seluk beluk jilbab dalam karate.

Berdasarkan keterangannya, aturan jilbab bisa berbeda-beda, tergantung level pertandingan yang diikuti. World Karate Forum (WKF) mensyaratkan wanita berjilbab dapat mengikuti pertandingan tingkat nasional dan internasional, asalkan telinga dan leher masih terlihat.

"Ketentuan ini untuk mengecek apakah atlet memakai anting-anting dan mengecek ada tidaknya luka di leher oleh tim medis apabila terkena benturan atau pukulan," kata Awan saat dihubungi Republika.co.id pada Selasa (27/12).

Akan tetapi, dalam ajang Asia Karate Federation (AKF) di Dubai lima tahun silam, ketentuan ini diprotes oleh negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Berdasarkan pantauan Awan yang juga menjadi wasit AKF, jilbab atlet karate kemudian berubah seiring berjalannya waktu.

Dalam AKF yang dilangsungkan di Yokohama, Jepang dua tahun lalu para atlet berjilbab sudah mengenakan penutup kepala yang tidak menampakkan telinga. "Agar leher tidak terlihat mereka menggunakan kaos rangkap warna putih dengan potongan leher yang tinggi, jadi negara-negara Muslim masih bisa berpartisipasi," ungkap Awan.

Meski demikian, aturan WKF tentang jilbab karate tidak diterapkan secara kaku untuk pertandingan di level kota atau kabupaten. Pertandingan selevel kabupaten/kota masih bisa ditoleransi dalam batas wajar dengan mengenakan jilbab ninja. Sebab, jika atlet mengenakan jilbab berpeniti atau jarum pentul bisa melukai lawan.

"Untuk level itu masih dalam tahap pembinaan jadi diperbolehkan mengenakan jilbab ninja warna putih," tandas Awan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement