REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Rusia mengundang Presiden AS terpilih, Donald Trump dalam pertemuan Suriah di Astana, Kazakhstan, Selasa (17/1). Dilansir dari Aljazirah, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov mengatakan AS bisa mengirim perwakilannya untuk membahas terorisme di sana.
Menurut Lavrov, Moskow bersemangat karena Trump juga fokus pada upaya melawan terorisme. Ia berharap, Rusia dan pakar AS bisa mulai diskusi melawan terorisme di Suriah di Astana.
Turki-Rusia Sepakati Operasi Udara Suriah
Pemerintah Suriah dan perwakilan oposisi akan bertemu untuk merumuskan upaya damai di sana. "Kami harap pemerintahan baru bisa menerima permintaan itu," kata Lavrov dalam konferensi pers.
Menurutnya, pembicaraan Astana akan menawarkan kesempatan pertama diskusi yang lebih efisien. Lavrov menambahkan Rusia berharap hubungan untuk menyelesaikan krisis Suriah akan lebih produktif dibanding saat pemerintahan dipimpin Barack Obama.