REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasangan andalan Indonesia Tontowi Ahmad /Liliyana Natsir menyatakan kegagalan Indonesia pada Piala Thomas dan Uber 2012 tidak akan memengaruhi mereka dalam persiapan Olimpiade di London, Inggris, Juli-Agustus mendatang.
Ganda campuran ini akan berusaha menjaga mental dan konsistensi permainan agar Indonesia dapat mempertahankan medali emas pada even empat tahunan itu.
Liliyana mengatakan, kekalahan teman-temannya pada ajang turnamen beregu itu memang membuat bulu tangkis Indonesia semakin tersudut. “Setelah kalah ada caci maki, itu risiko. Tapi, saya tahu teman-teman saya sudah berusaha maksimal. Jadi, saya tidak ingin terpengaruh,” kata dia di sela-sela acara Djarum Celebrity Smash di Jakarta, Sabtu (26/5).
Sebaliknya, pemain kelahiran Manado Sulawesi Utara ini mengatakan, kegagalan tim bulu tangkis Indonesia justru menjadi pelecut untuk mempersembahkan yang terbaik untuk Indonesia di London. Apalagi, Liliyana menyadari dirinya dan Tontowi memang ditargetkan membawa pulang medali emas setelah finis sebagai juara All England, Maret lalu.
“Saya akan berusaha menjadikan beban target juara itu bukan menjadi sesuatu yang negatif,” kata dia.
Apalagi, Liliyana menuturkan, dirinya menyimpan ambisi pribadi untuk menjadi juara setelah hanya finis runner-up pada Olimpiade 2008 di Beijing, Cina. Selain itu, dua kali juara dunia ini ingin menjadi pemain ganda campuran pertama yang menyumbangkan medali emas Olimpiade.
“Dua kali, ganda campuran hanya menyumbangkan medali perak. Semoga saja, saya dan Tontowi bisa meraih emas,” kata dia.
Tontowi yang mulai dipasangkan dengan Liliyana dua tahun lalu menyadari posisinya sebagai pemain andalan. Karena itu, dia akan mematangkan persiapkan, khususnya tekanan mental yang dihadapi. “Saya tahu tekanannya berat. Saya harus fokus hingga Olimpiade nanti,” kata dia.
Pebulu tangkis berusia 24 tahun ini mengatakan, kemenangan pada All England dan India Superseries menjadi pemacu semangat untuk menjaga konsistensi pada dua turnamen tersisa menjelang Olimpiade. Tontowi/Liliyana akan tampil pada Singapura Superseries dan Djarum Indonesia Superseries Premier, bulan depan.
Liliyana mengatakan, dua turnamen tersebut sangat penting untuk menjaga performa sebelum tampil di London. Pasangan ini berharap dapat mempertahankan gelar di Singapura. “Agar poin kami tidak hilang dan peringkat tidak turun,” kata Liliyana.
Di Indonesia, Liliyana menuturkan, dirinya ingin mengakhiri puasa gelar tuan rumah yang terjadi dua tahun terakhir. “Kami main di depan publik sendiri. Kami akan berusaha maksimal,” kata dia.