Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022

Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022

 

22 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Jelang Pilkada, PGI Imbau Masyarakat Rajut Kembali Persaudaraan

Senin 13 Feb 2017 10:41 WIB

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agus Yulianto

Pdt Albertus Patty

Pdt Albertus Patty

Foto: Twitter

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Albertus Patty mengimbau, agar masyarakat mendukung pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak dengan baik. Meski ada persaingan saat masa kampanye, namun setelah masa kampanye selesai, masyarakat diimbau untuk kembali merajut persaudaraan.

 

Albertus mengatakan, saat ini, memasuki masa tenang pilkada, saatnya masyarakat menghentikan kampanye. Hentikan perkataan yang memecah belah bangsa Indonesia selama masa kampanye. Terutama, menghentikan kampanye yang provokatif melalui media sosial (medsos).

"Kampanye di medsos sudahlah, nggak usah menjelek-jelekan paslon manapun," kata Albertus kepada Republika, Senin (13/2).

Dia menegaskan, sekarang saatnya bagi masyarakat merajut kembali persaudaraan. Apapun etnik atau agamanya, tidak boleh bertengkar. Sebab semuanya tetap sebagai satu bangsa. Ia juga mengingatkan, agar masyarakat saat ini harus sudah mengedepankan persaudaraan.

"Panas-panas masa kampanye wajar saja, tapi kini sudah berakhir masa kampanye. Artinya, sesudah masuk masa tenang biarlah pilkada menjadi pesta demokrasi dan pesta persaudaraan. Pemimpin yang dipilih masyarakat, siapa pun dia, toh akan jadi pemimpin kita semua, oleh karena itu kita dukung," ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga harus bekerja sama dalam mengawasi pemimpin yang terpilih. Siapa pun pemimpinnya, jika melakukan hal baik, maka harus didukung. Tapi, jika melakukan hal-hal yang buruk maka pemimpin harus dikritisi.

Menjelang pilkada yang tinggal beberapa hari lagi, PGI juga mengimbau, masyarakat untuk mendukung pilkada dengan baik serta ikut mengawal dan mengawasinya. Masyarakat juga harus mampu menolak pasangan calon atau kelompok manapun yang melakukan politik uang. "Imbauannya supaya masyarakat jangan terpecah belah," tegasnya.

Kata dia, siapa pun pemimpin yang terpilih akan menjadi pemimpin masyarakat. Masyarakat ingin pemimpin yang maksimal untuk kebaikan seluruh masyarakat. "Jadi, masyarakat diharapkan ikut berdoa, supaya pilkada berlangsung dengan baik. Supaya terpilih pemimpin atau pelayanan masyarakat yang terbaik," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile