Selasa 14 Feb 2017 17:12 WIB

Syarief Hasan Klaim SBY tak Pernah Campuri Penegakkan Hukum

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Ilham
Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan.
Foto: Republika/Tahta Aidilla
Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan menantang Antasari Azhar mengungkapkan keterlibatan Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terkait dugaan kriminalisasi terhadap dirinya. Sebab, ia menyatakan SBY tidak pernah ikut campur dalam penegakkan hukum, karena itu sudah menjadi komitmennya sebagai presiden saat itu.

''Begini saja, fitnah itu lebih kejam. Jadi lebih bagus ungkapkan saja semuanya, jangan memberikan fakta saja. Buka-bukaan aja,'' kata Syarief di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (14/2).

Tantangan Syarief tersebut, agar apa yang diucapkan Antasari tidak menjadi fitnah dengan pembentukan opini. ''Dibuka saja, jangan samar-samar tidak bagus kan menimbulkan fitnah. Makanya jangan pembentukan opini, ini membentuk fitnah lagi,'' kata dia.

Sebelumnya, mantan ketua KPK Antasari Azhar mengungkapkan, SBY terlibat dalam kriminalisasi terhadap dirinya pada 2009. Menurut Antasari, hal tersebut berawal dari KPK tengah menangani kasus Aulia Pohan, yang merupakan besan SBY terkait korupsi aliran dana BI.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْ حَاۤجَّ اِبْرٰهٖمَ فِيْ رَبِّهٖٓ اَنْ اٰتٰىهُ اللّٰهُ الْمُلْكَ ۘ اِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّيَ الَّذِيْ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۙ قَالَ اَنَا۠ اُحْيٖ وَاُمِيْتُ ۗ قَالَ اِبْرٰهٖمُ فَاِنَّ اللّٰهَ يَأْتِيْ بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِيْ كَفَرَ ۗوَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَۚ
Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya, karena Allah telah memberinya kerajaan (kekuasaan). Ketika Ibrahim berkata, “Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,” dia berkata, “Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan.” Ibrahim berkata, “Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat.” Maka bingunglah orang yang kafir itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.

(QS. Al-Baqarah ayat 258)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement