Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

 

18 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Rektor UGM Ajak Alumni Tangkal Hoax

Kamis 16 Feb 2017 10:13 WIB

Rep: Rizma Riyandi/ Red: Yudha Manggala P Putra

 Masyarakat dan pengiat media sosial saat mengelar kegiatan sosialisasi sekaligus deklarasi masyarakat anti hoax di Jakarta,Ahad (8/1).

Masyarakat dan pengiat media sosial saat mengelar kegiatan sosialisasi sekaligus deklarasi masyarakat anti hoax di Jakarta,Ahad (8/1).

Foto: Republika/Prayogi

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN – Rektor Universitas Gajah Mada Dwikorita Karnawati mengajak para alumni untuk menangkal hoax. Sebagai masyarakat dengan bekal pengetahuan dan intelektualitas, alumni diharap bisa menyaring menyebar berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya sehingga tidak meresahkan sebagian masyarakat.  

 

“Jangan mudah terpengaruh hoax, apalagi ikut serta menyebarkannya,” kata Rektor di hadapan 1.791 lulusan Sarjana dan Diploma usai prosesi wisuda di Graha Sabha Pramana, Kamis (16/2).

Alumni UGM dengan pengetahuan dan inetelektualitasnya harus mampu memanfaatkan seluruh informasi yang bersumber di media sosial dengan lebih arif dan bijak. Dwi juga meminta pemanfaatan teknologi digital sekarang ini dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih produktif.  

Ia juga mengajak seluruh alumni untuk membangun masyarakat pedesaan lewat teknologi digital. Pasalnya saat ini UGM tengah mengembangkan teknologi big data and artificial intelligence untuk pengembangan program desa pintar dan tangguh.

Berkerja sama dengan University of Massachusetts, program ini nantinya bertujuan untuk membantu masyarakat desa menjadi lebih sejahtera. “Karena lewat teknologi digital, kita bisa melakukan pendampingan pada petani untu membuka kesempatan  akses langsung ke pasar dan mengetahui fluktuasi harga komoditas,” ujarnya.

Di samping itu, aplikasi teknologi digital yang sedang dikembangkan itu memungkinkan masyarakat desa mendeteksi penyakit yang dideritanya lewat layar ponsel. “Bisa memprediksi penyakit dan melakukan mitigasi pencegahan agar masyarakat desa tidak banyak berobat ke rumah sakit, apalagi kita tahu di desa itu akses ke rumah sakit cukup jauh,” katanya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile