Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

 

7 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Ekonomi Syariah Solusi Atasi Kesenjangan

Ahad 12 Mar 2017 16:30 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Irwan Kelana

Chairman Aladdin Street Indonesia A Riawan Amin tampil sebagai salah satu nara sumber dalam acara Pengajian Kebangsaan di rumah dinas Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Kamis (9/3/2017) malam.

Chairman Aladdin Street Indonesia A Riawan Amin tampil sebagai salah satu nara sumber dalam acara Pengajian Kebangsaan di rumah dinas Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Kamis (9/3/2017) malam.

Foto: Rahmawati La'lang/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menurut Oxfam,  sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) internasional,empat orang terkaya di Indonesia,  kekayaannya setara 100 juta penduduk terbawah. “Hal ini menunjukkan kesenjangan sosial di Indonesia sangat parah,” kata Chairman Aladdin Street Indonesia A Riawan Amin, pada acara Pengajian Kebangsaan yanvg digelar di rumah dinas  Ketua MPR Zulkifli Hasan, Jakarta, Kamis (9/3) malam.

 

Menurut Riawan, ada dua penyebab utama kesenjangan tersebut. “Pertama, di sektor riil, mayoritas rakyat Indonesia semata-mata pembeli, bukan produsen,” ujar Riawan dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Jumat (10/3/2017).

 

Kedua, kata Riawan, sistem multiple deposit creation di bank konvensional menyebabkan access money supply yang semakin jomplang dari tahun ke tahun. “Hal itu terjadi secara sistematis, terstruktur dan masif,” ujar Riawan yang pada kesempatan tersebut berbicara mengenai “Conventional Finance as the root of prosperity Gap”.

Mantan direktur utama Bank Muamalat itu mengemukakan, solusi untuk mengatasi kesenjangan tersebut adalah ekonomi syariah, termasuk di dalamnya bank syariah,  dan memaksimalkan produk lokal. “Rakyat banyak harus sadar kekuatannya. Hanya membeli produk loka; usaha kecil menengah (UKM) dan hanya menyimpan dana mereka di bank syariah dan bank pemerintah,” papar Riawan Amin.

Pengajian Kebangsaan adalah pengajian lintas partai dan lintas ormas. Ini adalah pengajian yang ketiga  kalinya. Pengajian yang digagas oleh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, dan Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB Bogor  Rokmin Dahuri itu bertujuan untuk  mencairkan perbedaan-perbedaan  yang ada dan menyatukan langkah untuk kepentingan yang lebih besar.

Sejumlah tokoh itu mulai dari politikus Islam lintas firqah dan lintas fraksi, dan para akademisi, dan juga tidak ketinggalan para pengusaha Islam, hadir  dalam Pengajian Kebangsaan tersebut. Mereka antara lain Ketua Umum PB Al Wasliyah Yusnar Yusuf Rangkuti, Ketua Umum Dewan Dakwah Mohammad Sidik, Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) dan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshidiqie, dan mantan Pemimpin Redaksi (Pemred) Republika  Nasihin Masha.

Acara tersebut  diawali dengan shalat Maghrib berjamaah dan makan malam, lalu dilanjutkan dengan  ceramah-ceramah dari beberapa tokoh umat yang hadir. Terkait acara yang digagas oleh Rokhmin Dahuri itu, Jimly Asshidiqie sangat mengapresiasinya.  Bahkan, disebutnya, seharusnya ICMI seperti ini.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile