REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Japan International Corporation Agency mendatangi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (15/3). Kedatangan beberapa perwakilannya dalam rangka menindaklanjuti proyek Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) atau tol dalam kota Bandung.
Dalam proyek ini JICA menjadi pihak yang akan memberikan pinjaman pendanaan proyek. Sebab proyek ini belum juga terealisasi sejak direncanakan pada 2011 silam.
Deputi Direktur JICA Ono Tomohiro mengatakan kedatangannya yang diterima oleh Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa memang dalam rangka menindaklanjuti progres proyek tersebut.
"Kami datang untuk menindaklanjuti perkembangan proses pembebasan lahan untuk proyek Bandung Intra Urban Tol Road. Kami harus mengingatkan soal ini karena terkait keberlangsungan proyek tol tersebut," kata Ono kepada wartawan usai pertemuan.
Berdasarkan hasil pertemuan, Ono mengatakan Pemprov Jawa Barat masih harus membahasa permasalahan internal untuk persiapan sebelum dimulainya konstruksi. Karenanya sebagai pemilik dana, pihaknya hanya menunggu kepastian selanjutnya dari pemerintah Indonesia.
Kedatangannya juga dengan maksud mengingatkan pemerintah agar permasalahan internal bisa segera diselesaikan. Dengan demikian maka dukungan pendanaan bisa segera dicairkan.
"Proyek ini sudah digagas sejak 2011 lalu, tapi untuk kesepakatan pembiayaan sampai sekarang belum ditandatangani. Hampir enam tahun berlalu, tapi persoalan lahan tidak beres. Jadi kami ingatkan lagi karena menyangkut kesepakatan pembiayaan. Itu tujuan kami datang," kata dia.
Meski telah lama menunggu, Ono mengatakan pihaknya tidak memberikan tenggang waktu kepada Pemprov Jabar. Pihaknya memilih menunggu tindak lanjut dan berharap pembangunan bisa segera dimulai.