Kamis 23 Mar 2017 01:35 WIB

Mendag: Kebersihan Pasar Berkorelasi dengan Peningkatan Transaksi

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Budi Raharjo
Pasar tradisional
Foto: Musiron
Pasar tradisional

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kementerian Perdagangan menargetkan dapat membangun dan merevitalisasi 5.000 pasar rakyat hingga 2019. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, revitalisasi pasar rakyat menjadi salah satu program penting di kementeriannya karena pasar yang bersih dan nyaman terbukti meningkatkan angka transaksi.

"Ada korelasi antara kebersihan dengan peningkatan transaksi. Kalau pasarnya bau, kumuh, bocor, harga mahal, siapa mau datang?," ujarnya, saat memberikan arahan pada para kepala dinas perdagangan seluruh Indonesia di Auditorium Kementerian Perdagangan, Rabu (22/3).

Ia mencontohkan, Pasar Sindhu di Bali mengalami peningkatan transaksi hingga 300 persen setelah direvitalisasi. Hal yang sama juga terjadi di sejumlah pasar tradisional di Bengkulu Utara.

Namun begitu, kata Mendag, pihaknya tidak dapat merevitalisasi semua pasar rakyat secara serentak karena keterbatasan anggaran. Karenanya, ia meminta kepala dinas menggerakkan bawahannya untuk bergotong royong membersihkan pasar-pasar sebagai langkah cepat sambil menunggu giliran untuk direnovasi.

Jika perlu, Enggar mempersilakan daerah untuk menaikkan retribusi pasar selama kenaikannya masih wajar dan dananya digunakan untuk perbaikan. "Tapi kalau sudah naik tidak juga ada perubahan, rakyat pasti marah."

Pada 2016 lalu, Kementerian Perdagangan telah merevitalisasi dan membangun 878 pasar rakyat. Di akhir tahun 2017, Enggar menargetkan akan tersisa 217 pasar lagi yang harus direvitalisasi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement