Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

 

4 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Penggemar Komik Marvel Pahami Alasan Ardian Gambar Simbol 212

Ahad 09 Apr 2017 17:20 WIB

Red: Nur Aini

Simbol 212 di Komik X-Men Gold Marvel

Simbol 212 di Komik X-Men Gold Marvel

Foto: gizmodo.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komik terbaru yang diterbitkan Marvel Comics, X-Men Gold #1 menuai kontroversi setelah ditemukan simbol 212 dan QS 5:51. Ilustrator Indonesia, Ardian Syaf, yang terlibat dalam penggarapan komik tersebut menjelaskan kepada pembaca sekaligus penggemar komik Marvel mengenai alasannya menggambar simbol itu.

 

Penjelasan tersebut Ardian unggah dalam tangkapan layar percakapannya dengan seorang penggemar di akun Facebook, Ahad (9/4). Seorang penggemar yang menuliskan namanya sebagai Jason Lawson dengan foto tak dipublikasikan, awalnya mengaku kecewa dengan apa yang dilakukan Ardian dalam komik X-Men Gold. Bahkan, dia sempat mengancam tak akan membeli komik hasil karya Ardian.

Namun, Ardian membalas pesan tersebut dengan mengatakan bahwa hal itu merupakan keputusan Jason dan menyarankan tidak begitu saja percaya dengan apa yang ditulis media. Mendapat balasan itu, penggemar tersebut meminta penjelasan mengenai karya Ardian dalam komik terbaru Marvel.

Ardian mengatakan, dia telah menjelaskan semua makna di balik simbol itu kepada Marvel dan akan menunggu tindak lanjutnya. Namun, Jason tetap mengatakan, meski dia menyukai karya Ardian, dia tidak ingin melihat kebencian pada apa pun atau siapa pun dalam suatu karya. "Apa artinya nomor itu?" tanya Jason kepada Ardian merujuk simbol 212.

Mendapat pertanyaan itu, Ardian menjawab, "Saya tidak membenci Yahudi atau Kristiani. Saya bekerja dengan mereka selama 10 tahun, banyak teman baik juga."

Penggemarnya itu kemudian mengatakan bahwa dia senang mendengar penjelasan Ardian. "Saya tidak memiliki kebencian kepada siapa pun. Saya tidak membenci orang yang membenciku. Saya tidak membenci musuh. Saya mencintai semua," kata Jason.

Meski demikian, ilustrator asal Tulungagung itu tetap menjelaskan makna angka 212 tersebut. "Nomor tersebut merupakan aksi damai pada 2 Desember 2016 terhadap seorang gubernur yang menodai kitab suci, karena polisi tidak menindak seperti penoda agama lainnya. Ada 7 juta orang dalam aksi itu," ujar Ardian. Sementara, QS 5:51 merujuk pada surah Alquran yang disebutkan dalam kasus tersebut.

"Ini kenangan yang sangat spesial untukku," kata Ardian. Hal inilah yang membuat Ardian kemudian menggambarkan simbol tersebut ke dalam karyanya.

Penggemarnya pun mengatakan, dia menghargai penjelasan dan obrolan tersebut. "Saya paham seseorang menghina agama dan kitab suci Anda. Saya tidak setuju dengan semua itu," ujar Jason.

Dalam percakapan itu, Ardian pun mengatakan tidak semua orang akan mendengar kebenaran itu. "Sebagian besar mereka berkata kasar padaku," ujarnya.

"Saya seorang yang berpikiran terbuka. Saya tidak akan pernah melakukan itu. Saya prihatin dengan apa yang terjadi padamu," kata Jason membalas.

Dalam pesan yang diunggah itu, Ardian memberi kalimat pembuka berikut:

Makna di balik angka... mungkin ada yang bisa dipahami, bila tak paham, tak apa...

Silakan berkomentar apa pun, karena saya gak kontrol lidah anda...eh jari anda.. saran saya, walaupun anda tidak setuju dengan saya, tetap sampaikan dengan ucapan yang baik ya.

Republika.co.id menghubungi Ardian lewat fasilitas pesan Facebook pada Ahad siang. Ardian mengizinkan pemuatan isi pesan yang diunggahnya itu dikutip.

Kontroversi hasil karya Ardian dilaporkan sejumlah media asing setelah pembaca komik Marvel melaporkan keberadaan simbol yang dinilai politis. Kontroversi muncul dari tanggapan para pembaca di media sosial Twitter dan Facebook hingga portal komunitas Reddit. Atas kontroversi itu, Marvel menerbitkan pernyataan: "Karya seni yang disebut dalam X-Men Gold #1 dimasukkan tanpa keterangan tentang makna di baliknya seperti yang dilaporkan. Karya itu tidak mencerminkan pandangan penulis, editor, atau orang lain di Marvel dan bertentangan langsung dengan inklusivitas Marvel Comics. Karya seni ini akan dihapus dari cetakan berikutnya, versi digital, dan novel perdagangan, dan tindakan disipliner akan diambil." Namun, tindakan disipliner tersebut belum dijelaskan Marvel dan Ardian. (Baca juga: Ardian Syaf Ungkap Alasannya Gambar Simbol 212 di Komik X-Men)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile