Rabu 12 Apr 2017 11:47 WIB

Cina Haruskan Pejabatnya Merokok di Dekat Muslim

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Agus Yulianto
Kota Kashgar di Cina yang terkenal dengan kambingnya dan Muslim Uyghur
Foto: Wiki
Kota Kashgar di Cina yang terkenal dengan kambingnya dan Muslim Uyghur

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pemerintah Cina mengharuskan pejabat lokal Xinjiang untuk merokok di hadapan Muslim dan mengancam hukuman bagi mereka yang menolak. Ini bagian dari komitmen yang diminta Pemerintah Cina kepada pejabat di Xinjiang untuk melawan ekstrimisme.

Ketua Partai Komunis di Prefektur Hotan Cina Jelil Matniyaz diturunkan jabatannya setelah menyatakan tidak berani melaksanakan kebijakan itu. Dalam laporannya, Pemerintah Cina menyebut Matniyaz tidak memiliki komitmen politik. Matniyaz sendiri merupakan warga asli etnis Uyghur, demikian dilansir Associated Press, Selasa (11/4).

Hukuman ini merupakan langkah terbaru Pemerintah Cina untuk melancarkan pengaruh di Xinjiang termasuk di Hotan yang jadi pusat kebudayaan Uyghur. Pemerintah Cina mengklaim, langkah-langkah ini, termasuk pelarangan jilbab dan janggut merupakan upaya untuk melawan para pengikut Islam fundamentalis.

Lembaga advokasi Uyghur di luar negeri menyebut langkah terbaru Pemerintah Cina ini hanya menyuburkan bibit radikalisasi dan kekerasan. Merokok tidak dilarang di sebagian negara mayoritas Muslim. Sayangnya, paksanaan merokok yang berujung pada sanksi atas Matniyaz jadi kontradiktif.