Rabu 12 Apr 2017 20:45 WIB

Polisi tak Segera Temukan Pelaku Teror Novel Baswedan Dianggap Aneh

Rep: Christiyaningsih/ Red: Nur Aini
Penyidik KPK Novel Baswedan usai keluar dari rumah sakit, Selasa (11/4).
Foto: AP
Penyidik KPK Novel Baswedan usai keluar dari rumah sakit, Selasa (11/4).

REPUBLIKA.CO.ID,MALANG -- Aparat kepolisian diyakini mampu menemukan pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan dengan cepat. Pandangan ini dikemukakan oleh Kepala Laboratorium Hukum Universitas Negeri Malang, Suko Wiyono. Menurutnya dukungan sumber daya manusia dan teknologi di tubuh Polri sudah memungkinkan melacak pelaku kejahatan dalam waktu singkat.

Suko menilai ada keanehan jika nantinya polisi tidak segera menemukan pelaku penyiraman dan dalangnya. "Melumpuhkan jaringan teroris yang ruwet saja bisa masa pelaku penyiraman tidak bisa," ungkapnya kepada Republika.co.id, Rabu (12/4).

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara ini meminta proses tak hanya berhenti ketika pelaku sudah ditemukan. Aparat kepolisian dan pemerintah juga harus membongkar siapa dalang di balik peristiwa ini.

Melihat rekam jejak Novel Baswedan yang telah menyeret puluhan nama koruptor kelas kakap ke ranah hukum, Suko yakin otak di balik kejahatan ini adalah orang yang punya kekuasaan dan dana besar. "Jelas dugaan mengarah ke orang-orang yang sakit hati karena kasus korupsinya ditangani oleh Novel Baswedan," ujarnya.

Meski penyerangan dialami oleh salah satu penyidik terbaiknya, Suko berharap kinerja KPK tak sampai mundur. Sebagai penyidik, Novel sudah menunjukkan pengabdiannya kepada negara bahkan hingga keselamatan dirinya sendiri terancam. "Novel menunjukkan pengabdiannya tanpa mengedepankan kepentingan diri sendiri maupun golongan," kata Suko.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement