Jumat 05 May 2017 14:34 WIB

Bachtiar Nasir Minta Peserta Aksi Terima Keputusan Hakim

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Ilham
Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir.
Foto: Republika/ Yasin Habibi
Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua GNPF-MUI, Ustaz Bachtiar Nasir mengingatkan, peserta Aksi 55 mampu menghormati segala peraturan yang ada. Termasuk, sikap menerima segala keputusan yang akan dijatuhi atas kasus penodaan agama.

"Menyenangkan atau mengecewakan, kita harus siap menerimanya sebagai kehendak Allah SWT," katanya di sekitar Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (5/5).

Ia menerangkan, hakim-hakim yang ada di muka bumi tetap ciptaan Allah SWT, sehingga keputusannya pasti rencana Allah SWT. Karenanya, Bachtiar mengajak masyarakat yang hari ini turun meminta kepada Allah SWT dan meyakini tiap keputusan merupakan kehendak-Nya.

UBN turut meminta masyarakat yang turun ke jalan senantiasa menjaga keamanan, serta kebersihan di tiap-tiap jalan di Jakarta. Selain itu, kata dia, jangan lewati garis-garis yang sudah dibatasi Kepolisian dan TNI, dan lihat mereka sebagai saudara sebangsa.

"Tidak ada gunanya jika kita bermunajat di sini jika tidak menerima keputusan majelis hakim," ujar UBN.

Bachtiar sendiri membacakan doa dan memberikan imbauan di Masjid Istiqlal tepat seusai pelaksanaan shalat Jumat. Setelah itu, 12 delegasi Aksi 55 langsung berangkat ke Mahkamah Agung, serta Masjid Istiqlal dilanjutkan tausiyah yang secara bergantian diberikan dai-dai.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement