Kamis 11 May 2017 20:19 WIB

Sukses Tumbuhkan DPK, BJBS Raih Award

  Direktur Dana Jasa Bank BJB Syariah Toto Susanto (kiri) menerima award dari perwakilan Dewan Syariah Nasional DR Hasanudin (kanan) dalam ajang Karim Award The Magnificent Seven 2017 di Epicentrum  XXI Rasuna, Jakarta, Selasa (9/5).
Foto: Dok BJBS
Direktur Dana Jasa Bank BJB Syariah Toto Susanto (kiri) menerima award dari perwakilan Dewan Syariah Nasional DR Hasanudin (kanan) dalam ajang Karim Award The Magnificent Seven 2017 di Epicentrum XXI Rasuna, Jakarta, Selasa (9/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bank BJB Syariah (BJBS) kembali mendulang prestasi. Kali ini, BJBS dinobatkan sebagai The Most Expanding Funding (BUKU I) dalam ajang Karim Award The Magnificent Seven 2017 di Epicentrum  XXI Rasuna, Jakarta, belum lama ini.

Penghargaan diserahkan oleh perwakilan dari Dewan Syariah Nasional DR Hasanudin kepada Direktur Dana Jasa BJBS Toto Susanto. Dalam event yang diselenggarakan oleh Karim Consulting Indonesia, BJBS dinilai sukses dalam menumbuhkan market share dana pihak ketiga (DPK).

Pertumbuhan itu terungkap dari hasil audit financial report periode 31 Desember 2015 dan 31 Desember 2016, yang disertai lampiran data keuangan lainnya. Direktur Dana Jasa BJBS Toto Susanto menyambut baik penghargaan yang diterima dari Karim Consulting Indonesia.

Menurut dia, pertumbuhan DPK BJBS merupakan indikasi meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan syariah, khususnya BJBS. Untuk itu, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada nasabah yang telah memberikan kepercayaan kepada BJBS.

Toto memaparkan, kehadiran BJBS membawa misi menumbuhkembangkan ekonomi syariah. Terlebih lagi, kata dia, BJBS berkewajiban berkontribusi dalam menumbuhkan perekonomian bangsa.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement