Jumat 19 May 2017 06:30 WIB

Ini Pantauan Tren Zakat Selama Ramadhan dari Baznas

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Agus Yulianto
Ketua BAZNAS - Bambang Sudibyo
Foto: Republika/ Wihdan
Ketua BAZNAS - Bambang Sudibyo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Bambang Sudibyo mengungkapkan, tren zakat di Indonesia mengalami kenaikan 30 persen lebih selama Ramadhan. Maka itu, ia meminta penghimpunan dan pendistribusian zakat di Ramadhan harus dimanfaatkan secara maksimal.

"Mencapai 30 bahkan 40 persen dari total penghimpunan zakat selama satu tahun, dan penghimpunan bukan masalah satu-satunya, harus sukses di pendistribusian," kata Bambang, kemarin.

Bambang mengingatkan, proses pendistribusian yang dilakukan dengan sukses dapat memberikan kepercayaan muzaki kepada lembaga zakat, seperti Baznas dan LAZ-LAZ di Indonesia. Karenanya, sebanyak 10 program khusus disiapkan Baznas guna meningkatkan kepercayaan masyarakat tersebut.

Bahkan, Bambang mengaku, telah mengirim surat ke Presiden Joko Widodo, agar mengimbau jajarannya seperti menteri, dirjen sampai direksi BUMN untuk menunaikan zakatnya di Istana Negara. Imbauan turut ditujukan kepada konglomerat agar menyalurkan CSR-nya melalui Baznas.

Direktur Koordinasi Pengumpulan dan Komunikasi Informasi Nasional, Arifin Purwakananta menuturkan, pengimpunan bulan Ramadhan memang bisa melebihi 30 persen dari total penghimpunan satu tahun. Maka itu, Baznas menargetkan 2,3 triliun dari enam triliun penghimpunan satu tahun.

"Sedangkan, untuk pengimpunan online (daring) yang mulai jadi tren sudah mampu menghimpun sekitar 30 persen dari penghimpunan perbankan dan lain-lain," ujar Arifin.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement