Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

13 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Menteri Basuki tak Ingin Ada PHK Besar-besaran

Rabu 31 May 2017 07:49 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Nidia Zuraya

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono

Foto: ROL/Casilda Amilah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Upaya elektronifikasi di seluruh jalan tol membuat khawatir para pekerja penjaga gerbang. Namun, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono tidak ingin adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang menyulitkan masyarakat.

Ia mengatakan, untuk menjaga tidak terjadinya PHK besar-besaran, pihaknya akan memprioritaskan integrasi jalan tol di perkotaan. Selain itu, gardu tol yang menggunakan layanan non tunai, kata dia, masih memungkinkan petugas di dalamnya.

"Nontunai bukan berarti tidak ada orangnya kan?" ujar Basuki saat ditemui di gedung Bank Indonesia, Rabu (31/5).

Ia mengakui, para penjaga gardu akan dikurangi dan nantinya dialihkan ke anak-anak perusahaan yang masih bisa menerima pegawai. Para pekerja tersebut juga akan tetap dipekerjakan di bawah Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang ada.

Pemerintah terus mendorong pembayaran non tunai di seluruh jalan tol yang ditargetkan mencapai 100 persen pada Oktober 2017. Elektronifikasi dinilai akan lebih efisien karena mampu memangkas waktu transaksi dk gerbang tol. Bahkan ke depannya pemerintah akan menerapkan multi lane free flow yang akan menghilangkan transaksi di gerbang tol.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile