Jumat 02 Jun 2017 14:03 WIB

Musisi Ini Tobat dan Bertemu Dai Tangguh

Red: Irwan Kelana
Derry Sulaiman (tengah) saat memaparkan pengalamannya bertemu dai tangguh BMH dalam konferensi pers Semua Karena Zakat Laznas BMH di Jakarta, pekan lalu.
Foto: Dok BMH
Derry Sulaiman (tengah) saat memaparkan pengalamannya bertemu dai tangguh BMH dalam konferensi pers Semua Karena Zakat Laznas BMH di Jakarta, pekan lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Derry Sulaiman, seorang musisi yang telah berhijrah mengatakan bahwa dirinya tidak jauh dengan dai tangguh Baitul Maal Hidayatullah (BMH). Meski sebelumnya, ia tidak tahu bahwa mereka adalah para dai tangguh BMH.

"Saya punya banyak pengalaman dengan dai-dai Hidayatullah atau dai tangguh BMH. Waktu itu saya tidak mengetahui bahwa mereka adalah dai tangguh Lembaga Amil Zakat Nasional (laznas)  BMH. Termasuk ketika saya belajar mengaji, ngajinya di sana, seperti Ustadz Abdullah Ihsan di Bali," tutur Derry Sulaiman dalam Konferensi Pers Semua Karena Zakat yang dihelat Laznas BMH di Jakarta, pekan lalu.

"Jadi pertama-pertama taubat, orang-orang itu mengajak saya kepada dai-dai BMH di Hidayatullah ini, karena merekalah yang fokus mengajar umat membaca Alquran ibadah dan yang lainnya. Kalau Jamaah Tabligh fokus pada bagaimana dakwah ke masjid-masjid," ujar Derry Sulaiman yang belakangan aktif berdakwah bersama Jamaah Tabligh.

Derry mengaku, dalam setahun ia mencari nafkah delapan bulan, sedangkan empat bulan sisanya ia gunakan untuk berdakwah. "Saya pernah dakwah empat bulan di Wamena Papua. Saya kaget ternyata di sana juga ada dai tangguh BMH. Luar biasa ini, di mana saya di pedalaman ketemu dengan mereka ini (para dai tangguh BMH)," tuturnya.

Ketua Umum Laznas BMH Marwan Mujahidin menegaskan bahwa core program BMH selama ini adalah dakwah, tarbiyah dan pada 2017 ditambah dengan ekonomi produktif dengan konsentrasi wilayah yakni di pedalaman, kepulauan dan perbatasan. "Mengapa di pedalaman, kepulauan dan perbatasan, ya karena memang dai-dai BMH eksis di sana," tutur Marwan Mujahidin.

Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
وَلِيَعْلَمَ الَّذِيْنَ نَافَقُوْا ۖوَقِيْلَ لَهُمْ تَعَالَوْا قَاتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَوِ ادْفَعُوْا ۗ قَالُوْا لَوْ نَعْلَمُ قِتَالًا لَّاتَّبَعْنٰكُمْ ۗ هُمْ لِلْكُفْرِ يَوْمَىِٕذٍ اَقْرَبُ مِنْهُمْ لِلْاِيْمَانِ ۚ يَقُوْلُوْنَ بِاَفْوَاهِهِمْ مَّا لَيْسَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ ۗ وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا يَكْتُمُوْنَۚ
Dan untuk menguji orang-orang yang munafik, kepada mereka dikatakan, “Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu).” Mereka berkata, “Sekiranya kami mengetahui (bagaimana cara) berperang, tentulah kami mengikuti kamu.” Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak sesuai dengan isi hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.

(QS. Ali 'Imran ayat 167)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement