Rabu 12 Jul 2017 19:17 WIB

Al Khathathah Ingin Bukukan Perjalanan Hidupnya di Penjara

Penahanan Al-Khaththath ditangguhkan Rabu (12/7) petang.
Foto: Arif Satrio Nugroho
Penahanan Al-Khaththath ditangguhkan Rabu (12/7) petang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyidik Polda Metro Jaya menangguhkan penahanan tersangka dugaan upaya makar jilid 2, Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khathathah. "Alhamdulillah kami ucapkan terima kasih kepada kepolisian telah memenuhi permintaan pengacara muslim mengajukan penangguhan," kata Al Khathathah di Jakarta, Rabu (12/7).

Al Khathathath menuturkan penyidik Polda Metro Jaya memperlakukan secara baik selama tokoh agama itu menjalani penahanan. Mulai di Rumah Tahanan (Rutan) Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Rutan Ditreskrimum Polda Metro Jaya maupun Rutan Brimob Polri Kelapa Dua Depok Jawa Barat.

Al Khathathath juga mengapresiasi dukungan dari sejumlah organisasi Islam, tokoh agama dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Selama menjalani penahanan, Al Khathathath mendapatkan hikmah dengan membaca Alquran hingga menamatkannya. Dia juga menulis perjalanan hidup di rutan dengan menggunakan bahasa Arab. "Insya Allah bisa jadi buku," ujar Al Khathathath.

Al Khathathath juga dapat menjalankan program menurunkan berat badan seberat 10 kilogram. Bahkan tokoh agama itu bersedia memberikan pelatihan cara menurunkan bobot badan kepada masyarakat. Pengacara Al Khathathath, Ahmad Midan menambahkan, Polri menilai persyaratan permohonan penangguhan penahanan memenuhi syarat.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement