Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

11 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Ketimpangan Pendapatan Masyarakat Bali Semakin Lebar

Selasa 18 Jul 2017 01:50 WIB

Red: Andri Saubani

Petani rumpul laut di Lembongan, Bali. (Republika/Edi Yusuf).

Petani rumpul laut di Lembongan, Bali. (Republika/Edi Yusuf).

Foto: Republika/Edi Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Ketimpangan pendapatan masyarakat Bali (gini ratio) semakin melebar dari 0,374 persen pada September 2016, naik menjadi 0,382 persen pada Maret 2017. "Pada bulan September 2016 tercatat 40 persen penduduk terbawah menikmati 17,58 persen dari total pendapatan Bali, sedangkan kelompok 20 persen teratas menikmati jauh lebih besar, yakni 40,53 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho di Denpasar, Selasa (18/7).

Adi mengatakan, kondisi pada Maret 2017, menunjukkan 'kue pembangunan' yang dinikmati oleh 20 persen penduduk teratas semakin besar yakni mencapai 45,03 persen. Sementara, 'kue pembangunan' yang dinikmati oleh kelompok 40 persen terbawah semakin berkurang yakni hanya 16,94 persen.

Adi Nugroho menjelaskan tingkat ketimpangan pendapatan masyarakat yang semakin melebar itu juga tercermin dari menurunnya tingkat kesejahteraan petani, yakni merosotnya nilai tukar petani (NTP). "Nilai tukar petani Bali pada bulan September 2016 sebesar 107,44 persen merosot menjadi hanya 104,77 persen pada Maret 2017," ujar Adi Nugroho.

Penurunan juga terjadi hampir pada semua subsektor, yakni tanaman pangan, hortikultura, perkebunan rakyat, dan peternakan. Petani pada Maret 2017 memasuki waktu panen raya, yang ditunjukkan dengan meningkatnya tenaga kerja sektor pertanian sejak Februari 2017 yang mencapai 5,05 persen dibandingkan dengan keadaan Agustus 2016.

Demikian pula perekonomian Bali pada triwulan I-2017 mengalami perlambatan dibandingkan keadaan triwulan III-2016. Saat itu pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,34 persen melambat dibandingkan triwulan III 2016 (September 2016) yang mencapai 6,23 persen.

Penduduk miskin di Bali pada Maret 2017 tercatat 4,25 persen, naik 0,10 persen dibandingkan dengan September 2016 hanya 4,15 persen. Angka kemiskinan di daerah perkotaan pada Maret 2017 mencapai 3,58 persen, sedikit bergeser dibandingkan keadaan September 2916 yang mencapai 3,53 persen.

Angka kemiskinan di daerah perdesaan bergeser dari 5,21 persen pada September 2016 menjadi 5,45 persen pada Maret 2017. Sepuluh komoditas makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di perkotaan maupun perdesaan cenderung sama, di antaranya beras, rokok kretek filter, daging ayam ras, telur ayam tas, cabai rawit, bawang merah, kopi bubuk, kue basah, gula pasir, dan roti.

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile