Selasa 18 Jul 2017 13:58 WIB

Lomba Penulisan Bagian Revitalisasi Pendidikan Muhammadiyah

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq
Lomba karya tulis Filsafat Pendidikan Islam dan Pendidikan Muhammadiyah.
Foto: Dokumen
Lomba karya tulis Filsafat Pendidikan Islam dan Pendidikan Muhammadiyah.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbamg) PP Muhammadiyah bersiap menghelat lomba karya tulis bertema Filsafat Pendidikan Islam dan Pendidikan Muhammadiyah. Salah satu tujuannya adalah merevitalisasi pendidikan Muhammadiyah.

"Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari revitalisasi pendidikan Muhammadiyah, hasil keputusan dan amanah Muktamar Muhammadiyah ke-46 di Yogyakarta, terutama dalam topik mukaddimah dan filsafat pendidikan Muhammadiyah," kata Robby Abror, selaku koordinator, kepada Republika, Selasa (18/7).

Ia menekankan, sudah menjadi tugas bersama menyusun uraian lebih rinci tentang filsafat pendidikan Muhammadiyah, hasil Muktamar Muhammadiyah 2010 tersebut. Karenanya, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menetapkan penyusunan filsafat pendidikan sebagai prioritas program periode 2015-2020.

Robby menuturkan, peta gagasan filsafat Islam sebagai landasan filsafat pendidikan Muhammadiyah sekiranya meliputi penciptaan alam semesta dan manusia, dan perkembangan kehidupan manusia. Ada pula gagasan tentang sejarah, ilmu, pembelajaran, orientasi utama pendidikan, dan pembelajaran dalam kesadaran ketuhanan dan pengenalan terhadap-Nya.

Lewat itu, ia berharap, tersusun nalar pendidikan kritis dan sistematis dalam konstruksi dan reformulasi pemikiran filsafat Islam, filsafat pendidikan Islam dan filsafat pendidikan Muhammadiyah. Manfaatnya, berkontribusi bagi dosen dan peserta didik di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) khususnya.

"Serta, kepada siapapun yang peduli terhadap perkembangan dan dinamika pemikiran filsafat dan pendidikan Islam," ujar Robby.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْ حَاۤجَّ اِبْرٰهٖمَ فِيْ رَبِّهٖٓ اَنْ اٰتٰىهُ اللّٰهُ الْمُلْكَ ۘ اِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّيَ الَّذِيْ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۙ قَالَ اَنَا۠ اُحْيٖ وَاُمِيْتُ ۗ قَالَ اِبْرٰهٖمُ فَاِنَّ اللّٰهَ يَأْتِيْ بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِيْ كَفَرَ ۗوَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَۚ
Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya, karena Allah telah memberinya kerajaan (kekuasaan). Ketika Ibrahim berkata, “Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,” dia berkata, “Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan.” Ibrahim berkata, “Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat.” Maka bingunglah orang yang kafir itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.

(QS. Al-Baqarah ayat 258)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement