Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

 

6 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pengadilan Tolak Tuntutan Jenderal Irak Terhadap Blair

Selasa 01 Aug 2017 14:42 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Bilal Ramadhan

Mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair.

Mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair.

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pengadilan Tinggi Inggris telah menolak upaya seorang mantan jenderal Irak, Abdulwaheed Shannan Al Rabbat, untuk menuntut mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair. Tuntutan ini dilayangkan Rabbat atas invasi yang dilakukan Inggris ke Irak pada 2003.

 

Jenderal Rabbat ingin menuntut Blair atas tuduhan kejahatan agresi berdasarkan hukum Inggris. Namun Pengadilan Tinggi Inggris mengatakan sementara tuduhan tersebut ada di bawah hukum internasional, dan tidak ada dalam hukum nasional saat ini.

"Tugas kami adalah menolak izin untuk mengajukan persidangan," ujar pengadilan, dikutip Aljazirah.

Pengacara Rabbat mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Senin (31/7), bahwa keputusan tersebut membuat preseden berbahaya pada ketidakamanan global. Ia juga meminta parlemen Inggris untuk memberlakukan pertanggungjawaban hukum yang jelas di masa depan.

Amerika Serikat (AS) dan Inggris merupakan bagian dari koalisi yang menginvasi Irak pada 2003. Invasi dilakukan karena adanya tuduhan Presiden Irak Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal.

Pengacara Al Rabbat berpendapat, penerbitan hasil penyelidikan Chilcot Inquiry tahun lalu terkait perang Irak telah memberi alasan baru untuk menuntut Blair. Penyelidikan tersebut menyimpulkan, pemerintah Blair telah memutuskan untuk menyerang Irak sebelum mempertimbangkan pilihan damai.

Setelah dipublikasikan, Blair mengakui kesalahan dalam perencanaan dan proses invasi. Namun ia mengatakan akan kembali mengambil keputusan yang sama.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile