REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto, menyampaikan kepengurusan hasil revitalisasi di Rapat Pleno DPP Partai Golkar pada Rabu (11/10) ini. Dua orang jenderal bintang tiga masuk dalam jajaran kepengurusan baru DPP Partai Golkar.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham, menyebut revitalisasi kepengurusan Partai Golkar resmi berlaku pada Rabu (11/10). Idrus mengungkap hasil revitalisasi kepengurusan menghasilkan penambahan jumlah pengurus pusat dari 279 menjadi 301 orang.
"Banyak pergeseran-pergeseran dan penambahan dari 279 pengurus menjadi 301 orang anggota rapat pleno DPP Golkar hasil revitalisasi," ujar Idrus di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta.
Dari revitalisasi tersebut setidaknya ada dua nama jenderal bintang tiga yang masuk kepengurusan DPP Partai Golkar. Mereka yakni, Letjen (Purn) TNI Eko Wiratmoko dan Komisaris Jenderal (Purn) Polisi Anang Iskandar sebagai Ketua Badan Litbang Partai Golkar.
Eko yang merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat tersebut menjabat sebagai Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan menggantikan Yorrys Raweyai. Sementara Anang Iskandar yang merupakan purnawirawan perwira tinggi Polri dan pernah menjabat Kepala Bareskrim Polri tersebut menjabat sebagai Ketua Badan Litbang Partai Golkar.
"Diantara sekian banyak yang dilakukan pergantian maka salah satu diantaranya adalah Letjen purn Eko wiratmoko sekarang ketua Korbid polhukam. Tadi juga pembentukan badan Litbang menugaskan Komjen Purn Anang Iskandar sebagai ketua," ujarnya.
Idrus juga menyampaikan pergantian tersebut sudah sesuai dengan mekanisme di DPP Partai Golkar sesuai dengan hasil Rapimnas kedua Partai Golkar di Balikpapan. Dengan adanya dua jenderal dari beda satuan tersebut, menambah jenderal yang menjabat posisi stategis di kepengurusan Partai Golkar. Sebelumnya sudah ada Letjen TNI (purn) Lodewijk Freidrich Paulus sebagai Ketua Koordinator Bidang Kajian Staretgis dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.