Jumat 13 Oct 2017 07:14 WIB

Masuk Ancol tak Bisa Gratis, Ini Alasan Manajemen

Rep: Mas Alamil Huda/ Red: Andi Nur Aminah
 Sejumlah pengunjung memasuki kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta
Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Sejumlah pengunjung memasuki kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wacana penggratisan tiket masuk Pantai Ancol dinilai tidak realistis. Direktur Utama (Dirut) PT Pembangunan Jaya Ancol Paul Tehusijarana menyebut, pembebasan biaya tiket masuk itu akan menurunkan pemasukan secara signifikan.

Dia mengatakan, rencana pemberlakuan tarif progresif diperkirakan masih belum bisa menutupi biaya operasional perusahaan maupun perawatan dan lainnya. "(Tarif parkir progresif) tetap tidak mungkin untuk meng-cover cost-nya Ancol," kata dia di Jakarta, Kamis (12/10).

Paul mengatakan, banyak aspek yang harus dikaji secara mendalam. Salah satunya adalah masalah keuangan yang bisa berimplikasi pada aspek hukum. Sebagai perusahaan terbuka, Ancol harus melihat rambu-rambu yang ada. Meski Pemprov DKI memiliki 72 persen saham, bukan berarti pemilik saham sisanya diabaikan. "Sebagai perusahaan terbuka, kita juga harus memperhatikan kepentingan pemegang saham minoritas," ujar dia.

Paul membantah dikatakan tidak setuju jika masuk Ancol digratiskan. Yang perlu dipikirkan, menurut dia, adalah dampak dari penggratisan tersebut terhadap keuangan perusahaan. Artinya, kata dia, semua harus melalui pertimbangan yang matang. "Kalau dampak keuangan membuat kinerja jadi jelek, kan berarti kita harus sampaikan lewat RUPS (rapat umum pemegang saham) dan sebagainya," katanya.

Djarot sebelumnya melontarkan rencana menggratiskan tiket masuk ke Pantai Ancol mulai 14 Oktober. Penggratisan ini diimbangi dengan skema lain yakni pemberlakuan tarif parkir progresif. Selain itu, tarif diberlakukan untuk setiap yang akan masuk wahana-wahana permainan yang ada di sana.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement