Tuesday, 16 Syawwal 1443 / 17 May 2022

Tuesday, 16 Syawwal 1443 / 17 May 2022

"Cina dan Negara Pecahan Rusia Pesaing Berat Kano Indonesia"

Senin 23 Oct 2017 10:34 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto

Atlet dayung putra Indonesia Marjuki mengangkat tangan usai finis pertama pada final kano nomor C1 1000 meter putra SEA Games ke-28 di Teluk Marina, Singapura, Sabtu (6/6). (Antara Foto/Wahyu Putro)

Atlet dayung putra Indonesia Marjuki mengangkat tangan usai finis pertama pada final kano nomor C1 1000 meter putra SEA Games ke-28 di Teluk Marina, Singapura, Sabtu (6/6). (Antara Foto/Wahyu Putro)

Foto: Antara Foto/Wahyu Putro

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cabang olah raga (cabor) dayung nomor canoeing dibebankan target satu medali emas di Asian Games 2018. Saat ini canoeing dipersiapkan di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

"Saat ini mereka masih di Jatiluhur, hingga akhir tahun ini. Barulah tahun depan mereka akan kita kirim ke Eropa untuk mengasah kemampuan," ujar Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) Budiman saat dihubungi Republika.co.id, Senin (23/10).

Cina dan negara-negara pecahan Rusia, menurut Budiman, adalah pesaing terberat bagi atlet canoeing Indonesia untuk memenuhi target medali emas pada Asian Games 2018 nanti.

Untuk perahu tradisional, menurut Budiman, pelatnas juga dilakukan di waduk Jatiluhur Purwakarta. "Mereka semua masih pelatnas di Jatiluhur, rencana juga akan dikirim ke luar negeri. Namun yang mendesak adalah peralatan latihan untuk mereka saat ini" ujarnya.

Perahu tradisional atau yang dikenal juga dengan perahu naga adalah cabang prioritas Indonesia dan sudah sering mencetak prestasi tinggi di Asia bahkan dunia. Cina, Myanmar, dan Thailand menjadi lawan terberat di nomor perahu tradisional pada Asian Games 2018.

Budiman berharap, dengan pembubaran Satlak Prima oleh pemerintah dengan tujuan memangkas jalur birokrasi, baik untuk penyaluran dana maupun peralatan latihan, tidak ada lagi keterlambatan seperti yang terjadi pada SEA Games 2017 lalu. " Jadi persiapan tidak akan terganggu."

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 

BERITA TERKAIT

 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile