REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyidik Polres Metro Tangerang Kota, Banten, akan memeriksa Indra Liyono, pemilik gudang kembang PT Panca Buana Cahaya Sukses yang meledak dan menewaskan puluhan orang. Saat ini, pemilik gudang kembang api tersebut sedang berada di luar negeri
"Kami akan klarifikasi mengenai izin usahanya," kata Kapolres Metro Tangerang Kota Komisaris Besar Polisi Harry Kurniawan saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (26/10).
Saat ini, Harry menuturkan pemilik gudang tersebut masih berada di Malaysia, namun kemungkinan akan kembali ke Indonesia. Harry menyatakan polisi akan menggali perizinan dan kegiatan produksi kembang api di gudang petasan milik Indra tersebut.
Selain itu, penyidik kepolisian akan mendalami sistem standar keamanan gudang petasan yang berdekatan dengan pemukiman warga tersebut. Sejauh ini, penyidik kepolisian telah meminta keterangan sejumlah saksi termasuk warga dan pengelola gudang petasan PT Panca Buana Cahaya Sukses.
Sebuah gudang kembang api meledak kemudian menewaskan puluhan orang dan beberapa korban lainnya belum teridentifikasi di Komplek Pergudangan 99 Kosambi Tangerang Banten pada Kamis (26/10) sekitar pukul 08.30 WIB. Sejauh ini, tercatat korban yang meninggal dunia mencapai 47 orang dan korban luka sebanyak 46 orang.
Petugas memperkirakan jumlah korban tewas akan bertambah lantaran polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara guna mencari jasad lainnya.