Ahad 29 Oct 2017 18:20 WIB

Polisi Bantah Pencabutan Izin Festival Pantun Betawi

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Joko Sadewo
Polisi
Foto: Republika/Yasin Habibi
Polisi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jakarta Selatan, Kombes Iwan Kurniawan membantah adanya pencabutan izin Festival Pantun Betawi. Izin diproses setelah semua persyaratan lengkap diberikan kepada pihak Polres Jakarta Selatan.

"Kan izinnya sudah dikeluarkan. Izinnya dikeluarkan sabtu pagi. Kok dibatalkan?" Ucap Kombes Iwan kurniawan saat dihubungi Republika, Ahad (29/10).

Kombes Iwan menyatakan izin dikeluarkan pada Sabtu pagi karena berkas lengkap baru diterima pada Jumat malam. Setelah itu izin diproses dan keesokan harinya izin tersebut dikeluarkan.

Izin terakhir yang masuk di Polres yaitu surat izin penutupan jalan dari Dinas Perhubungan. Menurutnya, surat tersebut baru diantarkan Sabtu.

"Saya pokoknya baru mengeluarkan izin hari Sabtu pagi. Karena segala sesuatunya persyaratan baru saya terima lengkap malam Sabtu. Jadi rekomendasi dari lalin dan dishub sudah. Itu baru malam Sabtu (Jumat malam, Red) saya proses besok pagi sudah saya kasih izinnya. Nggak ada pembatalan atau apa kok," ujar Kombes Iwan.

Kombes Iwan melanjutkan semua surat izin yang masuk berproses. Surat terakhir diantarkan kepada pihak Polres pukul 21:00 WIB hari Jumat. Kemudian pagi harinya pukul 09:00 WIB surat izin sudah dikeluarkan.

"Kalaupun izin keluar mepet, ya bukan salah kita. Sabtu pagi kita kasih kira-kira jam 09.00 atau 10.00," ujar Kombes Iwan.

Kombes Iwan juga menyatakan tidak tahu menahu mengenai adanya beberapa polisi yang datang ke lokasi festival dan membawa water cannon. Menurutnya mobil tersebut hanya digunakan untuk unjuk rasa.

"Kata siapa? Saya juga bingung itu kapan. Nggak. Ya kalau pun anggota polisi ada itu cuma patroli aja. Apalagi bawa water cannon itu apa. Emang mau ada unjuk rasa? Nggak lah," ucap Kombes Iwan.

Kapolres Jakarta Selatan tersebut juga menyatakan bahwa dirinya tidak mempunyai water cannon. Menurutnya, kegiatan tersebut adalah kegiatan budaya yang pasti akan didukung.

"Itukan budaya tradisi tahunan. Kita kepolisian pasti akan mendukung. Nggak mungkin nggak. Yang penting segala sesuatu dilakukan sesuai dengan aturan, administrasi dilengkapi, kita proses," ujar Kombes Iwan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Apa yang paling menarik bagi Anda tentang Singapura?

1 of 7
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement