Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

 

8 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

IRT Penderita AIDS/HIV Terbanyak Kedua di Malang

Rabu 29 Nov 2017 13:16 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Winda Destiana Putri

Peduli HIV-AIDS

Peduli HIV-AIDS

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Profesi Ibu Rumah Tangga (IRT) dianggap sebagai penderita AIDS/HIV terbanyak kedua di Kota Malang apabila dirangkum dari 2005 sampai 2016. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, terdapat 236 IRT menderita HIV/AIDS setelah pemakai narkoba jarum suntik.

 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif mengatakan, terdapat banyak faktor yang membuat IRT rentan terkena HIV/AIDS. Dari sisi profesi, Husnul menegaskan, tidak semua IRT benar-benar murni berprofesi tersebut. "Iburumah tangga kan kadang-kadang ada yang memang murni IRT dan ada juga yang IRT punya pekerjaan juga. Jadi tidak selalu murni di rumah," ujar Husnul saat ditemui wartawan di sela-sela Sarasehan Penanggulangan HIV/AIDS di Same Hotel Malang. 

Menurut Husnul, IRT yang terkena HIV/AIDS bisa saja tidak hanya menjalin hubungan intim dengan pasangan sahnya. Dengan kata lain, bisa saja si penderita melakukannya dengan pasangan yang tidak resmi dalam hukum maupun agama. 

Kemudian, dia melanjutkan, IRT yang memiliki kebiasaan pergi perawatan ke salon juga dapat terkena penyakit dan virus tersebut. Kegiatan seperti cabut maupun sulam alis bisa menjadi media penyebaran HIV/AIDS. Terlebih lagi, dia melanjutkan, alat yang dipakai salon tersebut tidak steril. 

"Terus bisa juga karena IRT misalnya pakai tato, tindik atau donor darah," tambah dia. 

Untuk menekan penyebaran ini, Husnul mengatakan, pihaknya sudah berusaha menjalin kerjasama dengan LSM yang ada di masyarakat. Pencegahan tidak bisa dilakukan sendirian tapi harus melibatkan banyak pihak. Kemudian tak lupa juga mendorong bagi siapapun secara sukarela untuk memeriksa diri kesehatan masing-masing.

Untuk saat ini, Husnul menyebutkan, terdapat 16 Puskesmas dan enam Rumah Sakit (RS) di Kota Malang yang telah bersedia memberikan pengobatan pada penderita HIV/AIDS. Mereka dapat memeriksa dan mendapatkan obat ARV secara gratis. Kemudian kerahasiaan pasien atas penyakitnya juga dipastikan dirahasiakan.

Adapun mengenai jumlah penderita baru HIV/AIDS terbaru di Kota Malang pada 2017 sebanyak 219. Angka ini berdasarkan temuan Dinkes Kota Malang dari awal tahun hingga Juni 2017. Secara grafik angkanya mengalami sedikit kenaikan dari 2015 hingga Juni 2017, yakni 304, 316 hingga 219.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile