Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Semua Komponen Masyarakat di DIY Didorong Tes HIV

Senin 04 Dec 2017 13:05 WIB

Rep: Neni Ridarineni/ Red: Andi Nur Aminah

Petugas kesehatan mengambil darah untuk tes HIV secara gratis (ilustrasi)

Petugas kesehatan mengambil darah untuk tes HIV secara gratis (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Semua komponen masyarakat di Yogyakarta diimbau untuk melaksanakan tes HIV. Tes HIV bertujuan untuk mencegah meluasnya kasus HIV. Tes HIV di DIY sudah bisa dilakukan di 126 fasilitas kesehatan (Puskesmas dan rumah sakit) yang tersebar di DIY.

 

Tes HIV yang dilakukan di Puskesmas pun gratis. Saat ini sekitar 80 hingga 90 persen Puskesmas di DIY sudah punya alat untuk tes HIV. "Karena itu dalam rangka Peringatan Hari AIDS Sedunia yang akan dilaksanakan 15 Desember di Sleman, kami minta agar Wakil Gubernur DIY Sri Paku Alam X mendorong semua komponen masyarakat agar mau melakukan tes HIV," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan (P2MK) Dinas Kesehatan DIY Ahmad Akhadi pada Republika.co.id, usai melakukan audiensi dengan Paku Alam X di Kepatihan Yogyakarta, Senin (4/12).

Di Puskemas yang belum memiliki alat untuk tes HIV pasien dari Puskesmas tersebut bisa dirujuk ke Puskesmas lain yang memiliki alat tes. Misalnya, Ahmad mengatakan, pasien di Puskesmas Girisubo kalau mau tes HIV harus dirujuk yang punya alat tes," jelasnya.

Pemeriksaan HIV tidak dibatasi usianya. Untuk efektifitasnya terutama yang punya risiko tinggi dan populasi rentan seperti ibu hamil. "Program tes HIV secara gratis ini sudah ada sejak dua tahun yang lalu dan ini dianjurkan bagi ibu hamil," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Inni Himatin menambahkan.

Dia mengatakan, ini merupakan program menjaring secara dini kasus HIV dan AIDS. Dia mengatakan, kalau terdeteksi HIV langsung diobati dan sudah ada yang ditemukan.

Menurut Ahmad, jumlah masyarakat DIY yang melakukan tes HIV terus meningkat, tetapi penemuan kasus tidak meningkat signifikan. Sampai saat ini jumlah kasus HIV dan AIDS di DIY tertinggi pada usia produktif yakni 19 hingga 34 tahun. Balita yang terkena HIV dan AIDS hingga sekarang di seluruh DIY ada 24 anak yang penularannya dari ibu hamil.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile