REPUBLIKA.CO.ID, KHARKIV -- Pelatih Manchester City Pep Guardiola tetap puas dengan performa pemainnya walaupun kalah dari Shakhtar Donestk 2-1 di Stadion Mentalist, Kamis (7/12). Pertandingan ini menjadi kekalahan pertama City pada musim ini.
Donestk yang mengincar kemenangan unggul lebih dulu lewat gol Bernard pada menit ke-26. Ia menerima operan dari Marlos di batas kotak penalti.
Dia melepaskan tembakan yang melesat masuk ke sudut kiri atas gawang. Enam menit kemudian Donetsk menambah keunggulan mereka lewat gol di cetak oleh Ismaily yang juga menerima assist dari Marlos.
"Gol pertama sangat indah. Pada gol kedua kami tidak bertahan dengan baik tapi kami berjuang. Saya senang dengan performa kami. Kami datang untuk menang, kami tidak bisa melakukannya tapi tapi kami kesini untuk terus mencoba," kata Guardiola, seperti dilansir dari situs resmi UEFA, Kamis (7/12).
Dalam pertandingan ini Guardiola menurunkan beberapa pemain muda. Tosin Adarabioyo yang berusia 20 tahun dan Phil Foden yang berusia 17 jadi starter dalam pertandingan ini.
Mereka juga bermain penuh selama sembilan puluh menit. Sementara Brahim Daz yang berusia 18 tahun bermain pada menit ke-62 saat menggantikan Leroy Sane.
"Saya sangat senang untuk Tosin, Brahim dan Phil untuk bagusnya mereka bermain di Liga Champions melawan tim yang benar-benar bagus seperti Shakhtar Donetsk dengan pemain Brazil mereka yang berbakat," kata Guardiola.
Satu-satunya gol yang dicetak oleh City pada pertandingan ini dipersembahkan oleh Sergio Aguero lewat tendangan penalti. Aguero baru masuk ke lapangan pada menit ke-70 saat menggantikan Fernandinho.
Meski kalah, Manchester City lolos ke babak enam belas besar dengan mengoleksi 16 poin di Grup F. City berhasil menang lima kali dan kalah satu kali di fase grup.