Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

 

20 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Dinkes Siapkan Tes HIV/AIDS untuk Pekerja Limbah Medis

Kamis 14 Dec 2017 18:29 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Hazliansyah

Seorang penyidik dari Gakkum KLHK sedang mengambil sampel limbah medis yang dibuang di tempat pembuangan sampah liar Desa Panguragan Wetan, Kamis (14/2).

Seorang penyidik dari Gakkum KLHK sedang mengambil sampel limbah medis yang dibuang di tempat pembuangan sampah liar Desa Panguragan Wetan, Kamis (14/2).

Foto: Republika/Lilis Sri Handayani

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON  -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon akan melakukan pemeriksaan HIV/AIDS kepada para pekerja limbah medis di Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi dini adanya kemungkinan pekerja yang tertular virus itu dari limbah medis yang mereka tangani.

 

 

"Kami sudah siapkan 400 VCT (Voluntary Conceling and Testing)," kata Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, saat ditemui di gudang limbah medis di Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Kamis (14/12).

 

Sebelumnya, beredar informasi adanya sejumlah pekerja limbah medis di Kecamatan Panguragan yang menderita penyakit HIV/AIDS hingga akhirnya meninggal dunia. Mereka tertular virus itu setelah menangani limbah medis.

 

"Itukan baru informasi. Makanya kami tindaklanjuti dengan menggelar VCT terhadap pekerja gudang yang mengolah limbah medis," terang Enny.

 

Jika hasilnya ditemukan ada pekerja yang positif terinfeksi HIV/AIDS, lanjut Enny, pihaknya akan memberikan pengobatan sebagaimana mestinya. Namun, dia berharap tidak ada warga yang menderita penyakit tersebut.

 

VCT adalah proses konseling pra testing, konseling post testing, dan testing HIV secara lebih dini untuk mengetahui status HIV.

 

Semula, VCT akan dilakukan terhadap pekerja gudang limbah medis pada Kamis (14/12). Namun, situasi yang tidak kondusif membuat tes tersebut dimundurkan.

 

"VCT akan tetap dilakukan di lain hari. Saya sudah koordinasi dengan kepala desanya," tutur Enny.

 

Seperti diketahui, di Kecamatan Panguragan terdapat tumpukan limbah medis dari berbagai rumah sakit seperti dari Jakarta, Lampung dan Tasikmalaya. Limbah medis yang termasuk bahan beracun dan berbahaya (B3) itu dibuang secara terbuka di tempat pembuangan sampah liar.

 

Tak hanya tabung bekas suntikan, adapula jarum suntik, tabung sampel darah yang masih ada bekas darahnya, plastik bekas jarum infus, tali jarum infus, sarung tangan bekas hingga catatan penyakit hepatitis B dan HIV/AIDS.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile