REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA --Agenda Partai Golkar terdekat yakni Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang diadakan mulai 18 hingga 20 Desember 2017 diprediksi akan brlangsung panas. Pasalnya, usai ditetapkannya Airlangga Hartarto menjadi Ketua Umum Partai Golkar dalam Rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar pada Rabu (13/12) lalu, terjadi pertentangan di tubuh Partai berlambang pohon beringin ini.
"Kita masih ada perdebatan dan pasti akan ada perdebatan di dalam Rapimnas dan Munaslub ini," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Andi Harianto Sinulingga, pada Diskusi Perspektif Indonesia, di kawasan Menteng, Sabtu (12/16).
Menurutnya, perdebatan di internal Partai Golkar itu mengenai agenda Munaslub esok yang hanya akan mengganti Ketua Umum, ataukah juga akan mengganti seluruh kepengurusan dan membentuk kepengurusan baru di Partai Golkar. Namun, ia meyakini bila memang terdapat perbedaan yang tajam, pasti akan ditemukan sebuah jalan baru bagi Partai Golkar.
"Ini akan ada perbedaan pandangan yang tajam, tapi sekali lagi saya meyakini bahwa setajam apapun perbedaan pendapat itu pasti akan sampai pada sebuah konsensus di partai, dan Insya Allah perubahan di partai ini akan bergerak maju terus," ujarnya.
Hal yang juga menjadi perdebatan dan pro kontra pasca diangkatnya Airlangga Hartarto menjadi Ketua Umum adalah agenda Munaslub esok yang akan mengukuhkannya sebagai Ketua Umum. Ia juga membenarkan, agenda Munaslub sebernarnya tidak pernah ada kata pengukuhan dan hal ini menjadi hal di luar kebiasaan Partai Golkar.
"Tidak ada pengukuhan Ketua Umum di Munaslub. Yang ada itu adalah Pemilihan Ketua Umum," katanya.
Namun ia menegaskan, adanya kejadian luar biasa ini membuatnya meminta anggota Partai Golkar yang lain untuk memahami kondisi Partai Golkar. Tapi juga kita minta kepada seluruh pihak untuk juga memahami karena situasinya juga berbeda. "Golkar tidak pernah mengalami situasi seperti ini," tegasnya.
Ia mengungkapkan Rapat pleno pada Rabu (13/12) lalu merupakan sebuah terobosan baik, untuk cepat-cepat merundingkan kekosongan jabatan Ketua Umum. Saat ini hal terpenting adalah aspirasi anggota Partai Golkar lainnya dan masyarakat telah ditampung terlebih dahulu pada Rapat pleno.
"Tinggal sekarang agenda acara munaslub itu yang menjadi perdebatan, apakah hanya mengganti ketua umum, atau juga mendemisionerkan seluruh kepengurusan? "ujarnya bertanya.