Senin 01 Jan 2018 03:09 WIB

Wenger tak Terima Wasit Hadiahi WBA Penalti

Rep: Lintar Satria/ Red: Andri Saubani
Reaksi pelatih Arsenal, Arsene Wenger pada laga Liga Primer lawan West Bromwich Albion di Stadion the Hawthorns, Senin (1/1) dini hari WIB. Laga berakhir imbang 1-1.
Foto: Martin Rickett/PA via AP
Reaksi pelatih Arsenal, Arsene Wenger pada laga Liga Primer lawan West Bromwich Albion di Stadion the Hawthorns, Senin (1/1) dini hari WIB. Laga berakhir imbang 1-1.

REPUBLIKA.CO.ID, WESTBROMWICH -- Arsenal ditahan imbang 1-1 oleh West Bromwich Albion setelah mendapat hukuman penalti jelang pertandingan berakhir. Tendangan penalti tersebut diberikan karena Calum Chamber dianggap menyentuh bola dengan tangannya area kotak terlarang.

Padahal, Arsenal sudah unggul 1-0 setelah James McClean melakukan gol bunuh diri pada menit ke-83. Karena itu Wenger merasa keputusan wasit Mike Dean memberikan hukuman penalti kepada timnya sebagai keputusan yang salah.

"Menurut saya, ini sulit untuk diterima. Keputusan itu seharusnya untuk kesalahan lebih dari itu dan ini bukan pertama kalinya terjadi. Tapi sebaiknya tidak perlu kita bicarakan. Kita tahu benar apa yang terjadi dan kita harus menerimanya," kata Wenger, seperti dilansir dari Sky Sport, Senin (1/1).

Dengan kejadian ini Wenger menyambut baik video assistant referee (VAR) di Liga Primer. Rencananya, VAR akan mulai menggunakan pada Piala FA pekan depan.

"Ini sudah waktunya. Saya tidak tahu mengapa kita ingin menjadi liga terbaik di seluruh dunia tapi harus menunggu lama sampai liga lain sudah menggunakannya," kata Wenger.

Wenger memang frustrasi dia sempat berbicara dengan wasit Mike Dean tentang keputusan tersebut setelah pertandingan. Tapi menurutnya berbicara tidak mengubah keadaan apa-apa. "Mengecewakan untuk melihat ini tapi apa yang bisa Anda lakukan? Anda bicara dan bicara tapi tidak mengubah apa pun," kata Wenger.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement