REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Rumah Dinas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Jalan Wali Kota Mustajab Nomor 1 Kota Pahlawan dibanjiri karangan bunga yang berisi penolakan maju sebagai calon wakil gubernur Jawa Timur pada Pilkada Jatim 2018.
Kabag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser, di Surabaya, Ahad (7/1), mengatakan beberapa karangan bunga sejak Jumat (5/1) malam hingga Ahad ini terpasang di pagar rumah dinas. "Saya menilai ini bukti kecintaan masyarakat Surabaya kepada bu Risma," katanya.
Munculnya karangan bunga sekaligus spanduk di sejumlah titik di Kota Surabaya berawal dari mundurnya Abdullah Azwar Anas sebagai cawagub mendampingi cagub Jatim Syaifullah Yusuf yang diusung PKB dan PDIP pada Pilkada Jatim 2018.
Kondisi tersebut membuat spekulasi politik penggantinya adalah Risma. Ada beberapa di antaranya, bertuliskan, "Jangan Usik Bu Risma", kemudian "Bu Risma tetap di Surabaya" dan lainnya.
Menurut dia, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tidak terpengaruh dengan hal itu sehingga pada Sabtu (6/1) dan Ahad ini masih tetap melaksanakan tugas kantor seperti biasa. "Hari ini bu Risma kerja bakti di Jalan Bendul Merisi dan Ampel," katanya.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya menolak menggantikan posisi Abdullah Azwar Anas yang telah mengundurkan diri sebagai calon wakil gubernur Jawa Timur karena diterpa isu kampanye hitam. "Mohon maaf, saya terus terang masih ingin di Surabaya, saya tidak ingin berubah, sudah beberapa tahun lalu, saya masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan di Kota Surabaya," katanya.
Risma menegaskan masih ingin melanjutkan beberapa pekerjaannya di Kota Surabaya. Ia juga tidak ingin cuti dan tidak ingin kehilangan waktunya untuk membereskan beberapa pekerjaan di Surabaya itu. "Kalau cuti kan tidak bisa kerja. Saya ingin tetap bekerja karena masih banyak yang harus saya selesaikan. Saya ingin saat saya nanti meninggalkan Surabaya, kota ini sudah dalam kondisi bagus," ujarnya.