Selasa 06 Feb 2018 18:48 WIB

Eksotisme Masjid Lumpur di Mali

Masjid Djenne terbuat seluruhnya dari lumpur.

 Masjid Agung Djenne di Mali, Afrika Barat.
Foto: sacredsites.com
Masjid Agung Djenne di Mali, Afrika Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Di kalangan para wisatawan dunia, Mali dikenal dengan eksotisme masjid-masjidnya yang terbuat dari lumpur. Ada Masjid Agung Djenne dan Masjid Sankore. (Baca: Mali Dikenal Miliki Peradaban Islam yang Tinggi)

Dibangun pada abad ke-13, Masjid Djenne terbuat seluruhnya dari lumpur. Inilah bangunan lumpur terbesar di dunia. Bersama Kota Tua Djenne, masjid ini ditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO pada 1988.

Meski terbuat dari lumpur, bukan berarti bentuknya tak berarturan. Masjid Djenne yang mengusung gaya arsitektur Sudano-Sahelian bahkan tampak sangat cantik dan eksotis. Bangunan Masjid Djenne yang ada sekarang merupakan hasil renovasi pada 1907 menyusul terjadinya banjir yang melanda bangunan ini. 

Pascarenovasi  tersebut, masjid mengalami beberapa perubahan bentuk dibanding bentuk aslinya. Jumlah menara yang sebelumnya berjumlah dua ditambah satu agar simetris. Tiga menara tersebut berada di arah kiblat. Karena renovasi dilakukan oleh Prancis, beberapa pengamat menilai, gaya masjid tersebut sedikit dipengaruhi gaya gereja, tapi dengan desain dasar khas Afrika.

Masjid lumpur ini masih berdiri tegak hingga saat ini. Masyarakat setempat pun bahu-membahu melestarikannya. Sejak 1996, misalnya, mereka melarang non-Muslim memasuki masjid. Larangan ini bermula ketika majalah Vogue melakukan pemotretan di lokasi masjid dengan model wanita berbusana seronok.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement