Kamis 22 Feb 2018 00:10 WIB

Kasus Novel, Kabareskrim: Kita Terus Lakukan Penyelidikan

Untuk mengungkap pelaku penyerangan terhadap Novel tidak mudah.

Rep: Muhyiddin/ Red: Andi Nur Aminah
Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto saat menghadiri rapat koordinasi melalui Vidio Conference dengan seluruh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) dan Kantor Perwakilan BI se-Indonesia di Mabes Polri, Jakarta, Senin (5/6).
Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto saat menghadiri rapat koordinasi melalui Vidio Conference dengan seluruh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) dan Kantor Perwakilan BI se-Indonesia di Mabes Polri, Jakarta, Senin (5/6).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan direncanakan akan pulang ke Tanah Air pada Kamis (22/2) besok. Kasus penganiayaan yang dialami Novel pun kembali mencuat dan sejumlah pihak mempertanyakan belum terungkapnya kasus tersebut.

Namun, Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Ari Doni Sukmanto menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus penyiraman air keras tersebut. "Ya teruslah (ditangani). Kita terus melakukan penyelidikan. Bukan berarti belum tertangkap, terus diam. Semua kejar. Satgas terus melakukan upaya-upaya penyelidikan mencari bukti-bukti," ujar Ari Dono usai melakukan dialog di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/2).

Menurut dia, untuk mengungkap pelaku penyerangan terhadap Novel tidak mudah. Karena itu, tidak heran jika ada kasus hukum yang hingga lima tahun belum juga terungkap. "Kalau kasusnya kick n run, modelnya begitu. Relatif perlu waktu untuk kita bisa mengungkap peristiwa yang model-model seperti ini," ucapnya.

Seperti diketahui, sejak 11 April 2017 lalu hingga saat ini kasus penyiraman air keras yang dialami Novel belum berhasil diungkap oleh pihak kepolisian. Dengan demikian, sudah lebih dari 300 hari, pelaku penyerangan itu berkeliaran dengan bebas.

Novel diserang oleh dua orang tidak dikenal seusai melaksanakan salat subuh di Masjid Al-Ihsan, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 11 April 2017 lalu. Dalam kasus ini, polisi telah melakukan empat kali olah tempat kejadian perkara, memeriksa lebih dari 60 saksi, 50 rekaman CCTV, dan memeriksa 100 toko kimia.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement