Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

 

29 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Dalam Sehari Ada Tiga Orang Tenggelam di Banyumas

Ahad 11 Mar 2018 10:23 WIB

Rep: eko widiyatno/ Red: Ani Nursalikah

Tenggelam (ilustrasi)

Tenggelam (ilustrasi)

Dari tiga kejadian tersebut, dua orang meninggal dan seorang berhasil diselamatkan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUMAS -- Dalam waktu sehari, Sabtu (10/3), terjadi tiga kejadian orang tenggelam di Kabupaten Banyumas. Dari tiga kejadian tersebut, dua orang meninggal dan seorang berhasil diselamatkan.

 

''Dua korban meninggal terdiri dari Slamet (25 tahun), warga Desa Karangdadap Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas dan Triko (25) warga Desa Selaganggeng Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga. Sedangkan korban yang berhasil diselamatkan bernama Kuat (30), warga Desa Kemutug Kidul Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas,'' kata Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Banyumas, Adi Candra.

Dia menyebutkan, jenazah Slamet ditemukan di bawah jembatan Kali Bener Desa Pekaja Kecamatan Kalibagor dalam keadaan tersangkut di batu. Korban ditemukan beberapa anak kecil yang akan memancing di sungai tersebut.

Anak-anak melihat ada sosok tergeletak di sungai, kemudian melaporkan pada warga yang kemudian melapor ke polisi. ''Korban dievakuasi dalam kondisi meninggal. Diperkirakan meninggal karena terjatuh dan hanyut di sungai, hingga kemudian tersangkut batu di sungai di bawah jembatan,'' jelasnya.

Sedangkah jenazah Triko ditemukan di bawah jembatan Sungai Jurig Desa Karangtengah Kecamatan Baturraden. ''Korban diperkirakan meninggal karena terjatuh dari atas jembatan, kemudian terbentur bebatuan yang ada di bawah jembatan,'' jelasnya.

Rekan korban, Nurohim (26), warga Desa Selaganggeng Kecamatan Mrebet, menyebutkan sebelumnya dia sempat berboncengan bersama korban setelah dari lokasi wisata Baturraden. Namun dalam perjalanan pulang, topi yang dikenakan kabur terbawa angin sehingga dia berbalik untuk mengambil topinya.

Namun korban yang diboncengkan meminta agar dia diturunkan saja di jalan depan warung. ''Saat saya sudah mengambil topi dan berbalik hendak menjemput Riko, ternyata Riko sudah tidak ada di warung,'' jelasnya. Bahkan setelah beberapa saat dicari, dia menemukan sudah terjatuh di bawah jembatan dalam kondisi tertelungkup di atas bebatuan.

Tim Inafis dari Polres Banyumas, sempat diturunkan untuk mengetahui penyebab kematian korban. Namun belum diketahui, apakah korban terjatuh di sungai karena terpeleset atau sebab lain.

Sedangkan korban Kuat yang berhasil diselamatkan, menurut Adi, mengalami kecelakaan saat sedang menimba air di sumur belakang rumahnya. Berdasarkan keterangan istri korban, Yarisah (30), saat sedang menimba air tiba-tiba penyakit ayan korban kambuh.

Istri korban yang sedang berada tidak jauh dari lokasi kejaidan, sebenarnya sempat memegang pakaian korban sebelum terjatuh ke sumur. Namun karena tidak kuat, akhirnya pegangan terlepas dan korban tercebur ke dalam sumur sedalam enam meter.

Beberapa warga yang kemudian berdatangan ke lokasi, berupaya melakukan pertolongan dengan mengangkat korban dari dalam sumur. ''Upaya evakuasi cukup sulit dilakukan karena kondisi penyakit korban sedang kambuh. Namun akhirnya korban bisa diangkat ke atas sumur, dan dilarikan ke RS DKT Wijayakusuma Purwokerto sehingga nyawa korban berhasil diselamatkan,'' jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile