Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

11 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kapal Penyelundup Manusia Tenggelam di Perairan Yunani

Sabtu 17 Mar 2018 11:23 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Ani Nursalikah

Pengungsi dan imigran berdatangan ke Eropa lewat laut di Pulau Lesbos, Yunani.

Pengungsi dan imigran berdatangan ke Eropa lewat laut di Pulau Lesbos, Yunani.

Foto: Reuters
Sedikitnya enam orang tewas.

REPUBLIKA.CO.ID, ATHENA -- Sedikitnya enam orang tewas setelah sebuah kapal yang dicurigai merupakan kapal penyelundup manusia, tenggelam di perairan Yunani dekat pulau Aegean, pada Sabtu (17/3). Penjaga pantai Yunani mengatakan jenazah keenam penumpang itu telah berhasil ditemukan.

Dilansir di The Guardian, korban tewas yaitu satu pria, satu wanita, dan empat anak-anak, ditemukan di Agathonisi, sebelah selatan Pulau Samos. Namun ada tiga penumpang, yaitu dua wanita dan satu pria, yang berhasil mencapai bibir pantai dan memberikan informasi mengenai insiden tersebut.

Ketiganya mengatakan kepada pihak berwenang, mereka berada di sebuah kapal kayu yang tenggelam dengan membawa sekitar 21 penumpang di dalamnya. Alasan tenggelamnya kapal belum diketahui dan pihak berwenang mengatakan jumlah total penumpang yang berada di dalam kapal juga belum bisa dikonfirmasi.

Operasi pencarian dan penyelamatan besar segera dilakukan untuk menemukan puluhan penumpang yang diyakini masih hilang. Tiga pesawat, satu kapal angkatan laut Yunani, satu kapal dari badan perbatasan Eropa Frontex, dan sejumlah kapal laut pribadi dikerahkan untuk melakukan pencarian korban.

Meskipun ada kesepakatan antara Uni Eropa dan Turki untuk menghentikan arus migran dan pengungsi ke Eropa selama dua tahun melalui rute perairan Yunani, puluhan dan kadang-kadang ratusan imigran masih terus melakukan perjalanan setiap minggunya. Sebagian besar dari mereka menggunakan perahu karet atau kapal kayu milik sindikat penyelundup manusia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile